03/04/2011
Mengapa Memilih Islam ?
Mengapa Anda beragama? Sudahkah kau temukan jawabannya? Lalu mengapa kamu memilih agama tersebut? Khususnya disini renungan saya, mengapa memilih ISLAM. Pemeluk agama, agamanya, serta keberagaman agama yang manusia pilih. Islam sendiri asas dasarnya adalah Tauhid. Tauhid atau akidah tersebut adalah fundamental Islam, yang membedakan Islam dengan agama lain. Seorang muslim, pemeluk ISLAM, adalah yang berserah diri. Mereka mengakui hanya satu Tuhan, yaitu Allah SWT.Meyakini Allah mengirim Nabi Muhammad sebagai Rasul bagi umat akhir zaman dan nabi-nabi terdahulu serta rasul terdahulu bagi umat terdahulu.Cerita terdahulu dari agama-agama samawi mengenai manusia pertama, adalah Adam. Lalu, Adam itu beragama apa? Semua agama samawi (Yahudi, Nasrani, Islam) menyebutkan Adam dalam ajarannya. jadi agamanya apa? Pada Al-Qur’an, kitab suci umat ISLAM, tertulis,
“Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". “ (QS.2:38)
Adam disuruh untuk mencari petunjukNYA, karena dengan itu dia akan merasa tenang dan tercukupi. Jadi agamanya?he3. Dari dulu, Allah sudah menurunkan petunjukNYA, namun untuk akhir zaman ini dinamakan ISLAM. Lalu bagaimana petunjuk itu datang? Tentunya dari kita ada yang dilahirkan dari keluarga muslim, ada juga saudara kita yang masuk ISLAM setelah mengetahuinya, ada juga yang benar-benar tidak mengetahuinya. Yang sudah ‘islam’ dari lahir, pernahkah merenung mengapa terlahir islam? Yang memilih ISLAM, kenapa memilih itu? Dan yang mengetahui ISLAM, tetapi memilih selain ISLAM tentu memiliki alasannya sendiri. Dalam ISLAM ada konsep hidayah, yang berhak memberi hidayah adalah Allah. Lalu apakah orang yang tidak masuk ISLAM tidak mendapat hidayah? Sesungguhnya mereka yang mengetahui ISLAM dan tidak memilihnya, sudah diberi petunjuk. Namun manusia memiliki pilihannya sendiri.
Dalam proses menemukan kebenaran tersebut (bagi orang yang berakal) akan tercipta banyak celah masuknya konsep ketuhanan. Teringat kisah Nabi Ibrahim? Beliau mempertanyakan kenapa menyembah patung, padahal patung tersebut tidak mampu memberikan apa-apa. Lalu beliau ‘mencari’ Tuhan, dari bintang, bulan, hingga matahari beliau kira Tuhan (Al-An’aam:74-78). Hingga akhirnya Allah memberinya petunjuk. Jadi hidayah itu ada, dalam proses pencarian kebenaran tersebut. Bisa juga kita memilih Tuhan yang lain, saat mencari kebenaran tersebut. Dalam konsep ISLAM sendiri, tidak ada paksaan dalam memilihnya, Laa ikrooha fiddiin. ISLAM tidak memaksa manusia, karena manusia berakal dan memiliki pilihan. Inilah indahnya ISLAM, benar-benar keikhlasan diri untuk memeluknya. Bagi siapa yang merasa terkekang oleh ISLAM, silakan mencari agama selain itu. Apakah ada? Penulis juga teringat kisah Malcolm X, yang menemukan jawaban atas apa yang ia perjuangkan untuk kaumnya (negro). Ia melihat ISLAM sebagai ajaran pemersatu, tidak ada perbedaan pada semua orang. Kulit putih, kulit hitam, kuning, cokelat, semuanya bersatu. Itulah keindahan yang ia lihat dari ISLAM.
Ada orang yang lahir dari keluarga ISLAM, tapi tidak dapat menikmati indahnya ISLAM. Adapula orang terlahir diluar ISLAM, tetapi mereka menemukan indahnya ISLAM. ISLAM memberikan kebebasan untuk memilih pada manusia
“Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”(QS.18:29)
Lalu kenapa Allah tidak membuat saja semua orang memeluk Islam? Agar semua selamat.
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.” (QS.11:118-119)
Allah telah tegas menjawabnya seperti itu. Dalam bahasa saya, tidak mungkin tercapai kesatuan pendapat dalam segala hal. Sekali lagi karena kita makhluk berbudi dan berakal.
Lalu kenapa di dalam ISLAM sendiri banyak perbedaan dan kelompok? Itu karena perbedaan tingkat pemahaman akal atas firman Allah. Selama akidah tetap Tauhid, kitab suci sama, dan Rasul yang sama, itulah saudara muslim. Bagi yang sudah memilih ISLAM, harus menelannya penuh. Kita dibebaskan memilih agama, tetapi tidak dibebaskan memilah ajaran agama. ISLAM adalah keseluruhan hidupmu, tidak ada sekat pada berbagai aspek. Anda bekerja, belajar, mandi, tidur, semuanya adalah ISLAM. Bahkan konsep kenegaraan pun tidak ada yang disebut demokrasi islami, republik islami. Semua itu adalah ISLAM. Demokrasi hanyalah bagian kecil dari ISLAM, demokrasi yang kita anggap (filsuf yunani), hanyalah pengejewantahan yang sempit dari makna demokrasi dalam ISLAM. Ibaratnya nasi itu adalah demokrasi, maka ISLAM adalah berasnya.
Jadi sungguh indah ISLAM. Rasakan sendiri indahnya ISLAM, raih nikmat ajarannya, sebarkan keindahannya. Jangan jadikan agama itu sebuah hal yang membatasi kasih sayang manusia. Jangan kerukunan kau korbankan atas nama agama, tetapi jangan pula kau nodai kesucian agama demi kerukunan. Hormati pilihan tiap manusia. Tuhanmu sendiri tidak memaksa orang untuk masuk ISLAM, mengapa kamu memaksakannya? Biarlah mereka temukan sendiri kebenarannya, kawan-kawan muslim hanya wajib untuk menyebarkan keindahan ISLAM ini. Inilah yang membuat penulis mantap untuk memilih ISLAM. Semoga islamku, islammu,islam kita,sesuai dengan petunjukNYA.
