Showing posts with label ean. Show all posts
Showing posts with label ean. Show all posts
05/11/2011
BUKAN GLOBALlSASI, TAPI NEO-SENTRALISASI
Markembloh didaulat oleh para warga KPMb (Konsorsium Para Mbambung) untuk pidato tentang globalisasi. Markesot bertindak sebagai protokol alias MC, juga moderator kalau nanti terjadi perdebatan.
“Saudara-saudara sekalian. Globalisasi. Apakah globalisasi? Tahukah saudara-saudara apa gerangan globalisasi?”
“Wah, pakai gaya Al-Quran…,” seletuk Markedet, “Al-qari’atu mal Qari’ah wa maa adroka mal qori’ah…”
“Mengertikah saudara-saudara apa itu globalisasi?” Kata Markembloh lagi.
“Tidaaaaak!” jawab anak-anak KPMb serentak
“Jadi untuk apa saya berbicara kepada orang-orang yang tidak mengerti?”
“Mengertiiiii!” jawab mereka lagi.
“Jadi tidak perlulah saya menjelaskan sesuatu kepada orang yang toh sudah mengerti.”
“Gendheng “
“Gendheng tapi lak jujur! Gendheng tapi lak gak tahu mbujuki! Gak tahu korupsi! Gak tahu ngramrok! Gak tahu nggusur!…”
Palu diketokkan ke meja keras-keras oleh Markesot. “Gendheng. Jangan gendheng. Gendheng tak ada gunanya. Gendeng boleh saja, asal ada perlunya.”
“Lho itu ‘kan lagu Begadang!” teriak anak-anak.
Markesot memukulkan palu lagi. “Markembloh boleh saja gendheng, asal tidak merugikan forum dan tetap disesuaikan dengan era globalisasi. Ayo cepat mulai lagi pidatonya!”
Markembloh mulai lagi.
“Globalisasi, Saudara-saudara!” katanya, “adalah mengumpulkan lombok, brambang, bawang, garam, dan terasi, jadi satu di cowek atau layah, kemudian diuleg sampai campur dan merata semua. Atau, globalisasi adalah menuangkan air panas, gula, kopi campur keringat sedikit, lantas diaduk sampai larut satu sama lain.”
“Oooooo…!” anak-anak koor.
“Globalisasi adalah dibukanya pintu-pintu dunia sehingga bulatan kehidupan di muka bumi ini campur menjadi satu. Globalisasi ialah dirobohkannya sekat-sekat yang semula memisahkan suatu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya. Globalisasi adalah berperannya sarana-sarana informasi dan komunikasi sehingga semua manusia di dunia saling bersentuhan, bergaul, mempengaruhi satu sama lain. Take and give. Mengambil dan memberikan. Menerima dan menyodorkan.”
“Oooooo…!” koor anak-anak lagi.
“Yang satu take, lainnya tinggal give!”
“Lho, lho, lho, lho…,” anak-anak terperangah.
“Yang satu memberikan, lainnya tinggal menerima. Yang satu mempengaruhi, lainnya dipengaruhi. Adil, bukan?”
“Adil dengkulmu mlicet!”
“Sama dengan antara hak dan kewajiban yang dibagi rata. Sekelompok masyarakat memperoleh hak kelompok lainnya mendapatkan kewajiban.”
“Lho, lho, lho, lho….”
“Nilai-nilai dari negara kuat, modal kuat, ekonomi kuat, militer kuat, disodorkan kepada yang lemah. Barat mempengaruhi Timur. Utara menentukan Selatan. Atas mengatur Bawah. Pusat menggiring Pinggiran. Film-film Hollywood diputar di TV Surabaya, tapi ludruk dan jaran kepang tak perlu dipertunjukkan di Los Angeles.
“Supermarket, Mc. Donald, Kentucky, Honda, Bellini, dibyuk-kan ke kampung-kampung kita, tapi supaya adil warung pecel, clurit, jajan rondho kemul, bolcino, gledekan, cikar, gludug meduro, tak usah dipopulerkan di Kyoto dan Stockholm.
“Pokoknya yang satu saja yang memberi, lainnya tinggal menerima. Filsafat, ideologi, pola strategi dan arah tujuan pembangunan kita juga harus meniru negara-negara Utara; jangan mereka yang disuruh meniru kita. Pokoknya globalisasi itu edisi berikut dari westernisasi, baju baru dari hegemoni kekuatankekuatan Utara, restorika baru dari keadikuasaan yang menimpa kita semua.
“Mau tidak mau kita harus diperkosa. Lha daripada dan merasa tersiksa,’kanmending menikmati pemerkosaan. Dengan kata lain, Saudara-saudara, yang kita lakukan sekarang ini sesungguhnya bukan globalisasi, melainkan neo-sentralisasi…”
- Emha Ainun Nadjib
Sumber: http://members.fortunecity.com/anwari/emha1.htm
Read More
“Saudara-saudara sekalian. Globalisasi. Apakah globalisasi? Tahukah saudara-saudara apa gerangan globalisasi?”
“Wah, pakai gaya Al-Quran…,” seletuk Markedet, “Al-qari’atu mal Qari’ah wa maa adroka mal qori’ah…”
“Mengertikah saudara-saudara apa itu globalisasi?” Kata Markembloh lagi.
“Tidaaaaak!” jawab anak-anak KPMb serentak
“Jadi untuk apa saya berbicara kepada orang-orang yang tidak mengerti?”
“Mengertiiiii!” jawab mereka lagi.
“Jadi tidak perlulah saya menjelaskan sesuatu kepada orang yang toh sudah mengerti.”
“Gendheng “
“Gendheng tapi lak jujur! Gendheng tapi lak gak tahu mbujuki! Gak tahu korupsi! Gak tahu ngramrok! Gak tahu nggusur!…”
Palu diketokkan ke meja keras-keras oleh Markesot. “Gendheng. Jangan gendheng. Gendheng tak ada gunanya. Gendeng boleh saja, asal ada perlunya.”
“Lho itu ‘kan lagu Begadang!” teriak anak-anak.
Markesot memukulkan palu lagi. “Markembloh boleh saja gendheng, asal tidak merugikan forum dan tetap disesuaikan dengan era globalisasi. Ayo cepat mulai lagi pidatonya!”
Markembloh mulai lagi.
“Globalisasi, Saudara-saudara!” katanya, “adalah mengumpulkan lombok, brambang, bawang, garam, dan terasi, jadi satu di cowek atau layah, kemudian diuleg sampai campur dan merata semua. Atau, globalisasi adalah menuangkan air panas, gula, kopi campur keringat sedikit, lantas diaduk sampai larut satu sama lain.”
“Oooooo…!” anak-anak koor.
“Globalisasi adalah dibukanya pintu-pintu dunia sehingga bulatan kehidupan di muka bumi ini campur menjadi satu. Globalisasi ialah dirobohkannya sekat-sekat yang semula memisahkan suatu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya. Globalisasi adalah berperannya sarana-sarana informasi dan komunikasi sehingga semua manusia di dunia saling bersentuhan, bergaul, mempengaruhi satu sama lain. Take and give. Mengambil dan memberikan. Menerima dan menyodorkan.”
“Oooooo…!” koor anak-anak lagi.
“Yang satu take, lainnya tinggal give!”
“Lho, lho, lho, lho…,” anak-anak terperangah.
“Yang satu memberikan, lainnya tinggal menerima. Yang satu mempengaruhi, lainnya dipengaruhi. Adil, bukan?”
“Adil dengkulmu mlicet!”
“Sama dengan antara hak dan kewajiban yang dibagi rata. Sekelompok masyarakat memperoleh hak kelompok lainnya mendapatkan kewajiban.”
“Lho, lho, lho, lho….”
“Nilai-nilai dari negara kuat, modal kuat, ekonomi kuat, militer kuat, disodorkan kepada yang lemah. Barat mempengaruhi Timur. Utara menentukan Selatan. Atas mengatur Bawah. Pusat menggiring Pinggiran. Film-film Hollywood diputar di TV Surabaya, tapi ludruk dan jaran kepang tak perlu dipertunjukkan di Los Angeles.
“Supermarket, Mc. Donald, Kentucky, Honda, Bellini, dibyuk-kan ke kampung-kampung kita, tapi supaya adil warung pecel, clurit, jajan rondho kemul, bolcino, gledekan, cikar, gludug meduro, tak usah dipopulerkan di Kyoto dan Stockholm.
“Pokoknya yang satu saja yang memberi, lainnya tinggal menerima. Filsafat, ideologi, pola strategi dan arah tujuan pembangunan kita juga harus meniru negara-negara Utara; jangan mereka yang disuruh meniru kita. Pokoknya globalisasi itu edisi berikut dari westernisasi, baju baru dari hegemoni kekuatankekuatan Utara, restorika baru dari keadikuasaan yang menimpa kita semua.
“Mau tidak mau kita harus diperkosa. Lha daripada dan merasa tersiksa,’kanmending menikmati pemerkosaan. Dengan kata lain, Saudara-saudara, yang kita lakukan sekarang ini sesungguhnya bukan globalisasi, melainkan neo-sentralisasi…”
- Emha Ainun Nadjib
Sumber: http://members.fortunecity.com/anwari/emha1.htm
09/06/2010
Doa ( Puisi Cak Nun)
Doa ( Puisi Cak Nun)
GUSTI,
seperti kapan saja
kami para hamba
tak berada di mana-mana
melainkan di hadapan Mu jua
ini sangat sederhana
tetapi kami sering lupa
sebab mengalahkan musuh-musuh Mu
yang kecil saja, kami tak kuasa
GUSTI,
inilah tawanan Mu
tak berani menengadahkan muka
mripat kami yang terbuka
telah lama menjadi buta
sebab menyia-nyiakan dirinya
dengan hanya menatap hal-hal maya
GUSTI,
cinta kami kepada Mu tak terperi
namun itu tak diketahui
oleh diri kami sendiri
maka tolong ajarilah kami
agar sanggup mengajari diri sendiri
menyebut nama Mu seribu kali sehari
karena meski hanya sehuruf saja dari Mu
takkan tertandingi
GUSTI,
kami berkumpul disini
untuk mengukur keterbatasan kami
melontarkan beratus beribu kata
seperti buih-buih
melayang-layang di udara
diisap kembali oleh Maha Telinga
sehingga tinggal jiwa kami termangu
menunggu ishlah dari Mu
agar jadi bening dan tahu malu
GUSTI,
kami pasrah sepasrah-pasrahnya
kami telanjang setelanjang-telanjangnya
kami syukuri apapun
sebab rahasia Mu agung
tak ada apa-apa yang penting
dalam hidup yang cuma sejenak ini
kecuali berlomba lari
untuk melihat telapak kaki siapa
yang paling dulu menginjak
halaman rumah Mu
GUSTI,
lihatlah
mulut kami fasih
otak kami secerdik setan
jiwa kami luwes
bersujud bagai para malaikat Mu
namun saksikan
adakah hidup kami mampu begitu ?
langkah kami yang mantap dan dungu
hasil-hasil kerja kami yang gagah dan semu
arah mata kami yang bingung dan tertipu
akan sanggupkah melunasi hutang kami
kepada kasih cinta penciptaan Mu ?
GUSTI,
masa depan kami sendiri kami bakar
namun Engkau betapa amat sabar
peradaban kami semakin hina
namun betapa Engkau bijaksana
kelakuan kami semakin nakal
namun kebesaran Mu maha kekal
nafsu kami semakin rakus
tapi betapa rahmat Mu tak putus-putus
kemanusiaan kami semakin dangkal
sehingga Engkau menjadi terlampau mahal
GUSTI,
kamilah pesakitan
di penjara yang kami bangun sendiri
kamilah narapidana
yang tak berwajah lagi
kaki dan tangan ini
kami ikat sendiri
maka hukumlah dan ampuni kami
dan jangan biarkan terlalu lama menanti
EMHA AINUN NADJIB - 1981
Read More
GUSTI,
seperti kapan saja
kami para hamba
tak berada di mana-mana
melainkan di hadapan Mu jua
ini sangat sederhana
tetapi kami sering lupa
sebab mengalahkan musuh-musuh Mu
yang kecil saja, kami tak kuasa
GUSTI,
inilah tawanan Mu
tak berani menengadahkan muka
mripat kami yang terbuka
telah lama menjadi buta
sebab menyia-nyiakan dirinya
dengan hanya menatap hal-hal maya
GUSTI,
cinta kami kepada Mu tak terperi
namun itu tak diketahui
oleh diri kami sendiri
maka tolong ajarilah kami
agar sanggup mengajari diri sendiri
menyebut nama Mu seribu kali sehari
karena meski hanya sehuruf saja dari Mu
takkan tertandingi
GUSTI,
kami berkumpul disini
untuk mengukur keterbatasan kami
melontarkan beratus beribu kata
seperti buih-buih
melayang-layang di udara
diisap kembali oleh Maha Telinga
sehingga tinggal jiwa kami termangu
menunggu ishlah dari Mu
agar jadi bening dan tahu malu
GUSTI,
kami pasrah sepasrah-pasrahnya
kami telanjang setelanjang-telanjangnya
kami syukuri apapun
sebab rahasia Mu agung
tak ada apa-apa yang penting
dalam hidup yang cuma sejenak ini
kecuali berlomba lari
untuk melihat telapak kaki siapa
yang paling dulu menginjak
halaman rumah Mu
GUSTI,
lihatlah
mulut kami fasih
otak kami secerdik setan
jiwa kami luwes
bersujud bagai para malaikat Mu
namun saksikan
adakah hidup kami mampu begitu ?
langkah kami yang mantap dan dungu
hasil-hasil kerja kami yang gagah dan semu
arah mata kami yang bingung dan tertipu
akan sanggupkah melunasi hutang kami
kepada kasih cinta penciptaan Mu ?
GUSTI,
masa depan kami sendiri kami bakar
namun Engkau betapa amat sabar
peradaban kami semakin hina
namun betapa Engkau bijaksana
kelakuan kami semakin nakal
namun kebesaran Mu maha kekal
nafsu kami semakin rakus
tapi betapa rahmat Mu tak putus-putus
kemanusiaan kami semakin dangkal
sehingga Engkau menjadi terlampau mahal
GUSTI,
kamilah pesakitan
di penjara yang kami bangun sendiri
kamilah narapidana
yang tak berwajah lagi
kaki dan tangan ini
kami ikat sendiri
maka hukumlah dan ampuni kami
dan jangan biarkan terlalu lama menanti
EMHA AINUN NADJIB - 1981
05/02/2010
Islam adalah ...
Islam itu adalah....
Bila sebuah batu tergeletak dijalan
Dan ia membahayakan pemakai jalan
Anda memungutnya, dan mencari seseorang untuk membahas
Apa yang dapat kita perbuat agar batu tersebut bermanfaat.
Itulah Islam
Islam adalah
untuk menjaga kesuburan tiap sudut tanah
Untuk mengagumi gunung dan laut yang luas,
Atau sekedar untuk menyiram tanaman,
Untuk berenang dalam air sambil bersyukur kepada Allah
Atau untuk menghirup udara dengan kerinduan untuk bertemu dengan Allah
Islam adalah,
Bila ada satu mahkluk sedang kelaparan
Walau ia hanya seekor anjing
Anda merasa tidak enak karena kenyang seorang diri
Maka Anda lalu belajar untuk merasakan lapar,
Sebelum anda merasa layak disebut sebagai saudara oleh orang-orang lapar
Islam adalah,
Ketika seseorang merasa haus
Bahkan bila ia adalah orang yang akan membunuh anda
Anda merasakan kehausannya
Dan berbagi air anda dengannya
Islam adalah,
Ketika anda melihat seseorang dipinggirkan dan merasa sendirian
Anda menghampirinya dan mengucapkan salam kepadanya
Islam adalah,
Mencintai bahkan orang-orang yang membenci anda
Dan memuji dengan bijak
Seseorang yang menganggap anda sebagai musuhnya
Islam adalah,
Komunitas yang berdamai dengan alam,
Sungai dan hutan, air dan daratan, gunung dan lautan
Yang mereka cintai seolah-olah istri-istri mereka sendiri
Menjaga kesuburannya semata-mata dengan cinta
Islam adalah,
Sebuah pemerintah yang menganggap rakyatnya sebagai seorang isteri,
Saling menyayangi, bekerjasama
dengan keseimbangan kekuasaan antara yang satu dengan yang lain,
Islam adalah,
Keadaan dimana si kuat memahami pentingnya si lemah
Dan si lemah tidak menikmati kelemahan dan ketergantungannya.
Salam berarti perdamaian
Islam berarti upaya mencari, membangun dan menciptakan perdamaian
Humanitas Islam berarti pengertian untuk saling memanusiakan satu sama lain
Budaya Islam adalah kedamaian fikiran dan hati
Perekonomian Islam berarti tak seorangpun kekurangan gizi dan tak seorangpun kelebihan gizi.
Politik Islam berarti demokrasi sejati dan jujur
Filosofi Islam adalah kesimbangan antara hak-hak azasi dan kewajiban-kewajiban azasi manusia
Salam berarti perdamaian
Islam berarti pembebasan menuju perdamaian
Islam berarti kerja emansipasi menuju kehidupan yang penuh kedamaian bagi semua manusia.
[Emha Ainun Nadjib]
Read More
Bila sebuah batu tergeletak dijalan
Dan ia membahayakan pemakai jalan
Anda memungutnya, dan mencari seseorang untuk membahas
Apa yang dapat kita perbuat agar batu tersebut bermanfaat.
Itulah Islam
Islam adalah
untuk menjaga kesuburan tiap sudut tanah
Untuk mengagumi gunung dan laut yang luas,
Atau sekedar untuk menyiram tanaman,
Untuk berenang dalam air sambil bersyukur kepada Allah
Atau untuk menghirup udara dengan kerinduan untuk bertemu dengan Allah
Islam adalah,
Bila ada satu mahkluk sedang kelaparan
Walau ia hanya seekor anjing
Anda merasa tidak enak karena kenyang seorang diri
Maka Anda lalu belajar untuk merasakan lapar,
Sebelum anda merasa layak disebut sebagai saudara oleh orang-orang lapar
Islam adalah,
Ketika seseorang merasa haus
Bahkan bila ia adalah orang yang akan membunuh anda
Anda merasakan kehausannya
Dan berbagi air anda dengannya
Islam adalah,
Ketika anda melihat seseorang dipinggirkan dan merasa sendirian
Anda menghampirinya dan mengucapkan salam kepadanya
Islam adalah,
Mencintai bahkan orang-orang yang membenci anda
Dan memuji dengan bijak
Seseorang yang menganggap anda sebagai musuhnya
Islam adalah,
Komunitas yang berdamai dengan alam,
Sungai dan hutan, air dan daratan, gunung dan lautan
Yang mereka cintai seolah-olah istri-istri mereka sendiri
Menjaga kesuburannya semata-mata dengan cinta
Islam adalah,
Sebuah pemerintah yang menganggap rakyatnya sebagai seorang isteri,
Saling menyayangi, bekerjasama
dengan keseimbangan kekuasaan antara yang satu dengan yang lain,
Islam adalah,
Keadaan dimana si kuat memahami pentingnya si lemah
Dan si lemah tidak menikmati kelemahan dan ketergantungannya.
Salam berarti perdamaian
Islam berarti upaya mencari, membangun dan menciptakan perdamaian
Humanitas Islam berarti pengertian untuk saling memanusiakan satu sama lain
Budaya Islam adalah kedamaian fikiran dan hati
Perekonomian Islam berarti tak seorangpun kekurangan gizi dan tak seorangpun kelebihan gizi.
Politik Islam berarti demokrasi sejati dan jujur
Filosofi Islam adalah kesimbangan antara hak-hak azasi dan kewajiban-kewajiban azasi manusia
Salam berarti perdamaian
Islam berarti pembebasan menuju perdamaian
Islam berarti kerja emansipasi menuju kehidupan yang penuh kedamaian bagi semua manusia.
[Emha Ainun Nadjib]
Subscribe to:
Posts (Atom)