Showing posts with label Ide. Show all posts
Showing posts with label Ide. Show all posts
12/11/2013
Menuntut Warnet
*)melemaskan pikiran dan jemari dengan menulis lagi, sudah lama tidak menulis karena tidak berani. Karena jika menulis, saya meliarkan ide saya, takut tak terkontrol..haha
Tiba-tiba saja ada ide masuk dari entah mana saat di WC. Aneh ide sekelebat itu selalu muncul dari tempat tak terduga, WC, di atas motor, saat jalan, saat main, pas sembahyang, tidak pernah muncul saat serius nyari ide. Mungkin di WC itu banyak yang 'nemenin' mikir, atau sembahyang tidak serius. Jadi ingat, dahulu zaman Zeus dipercaya di Romawi, orang pintar disebut jenius (Genius). Ini asal katanya dari 'genie', atau jin dalam bahasa kita. Jadi orang pintar itu bukan karena dirinya sendiri, tapi ada 'ilham' entah darimana yang sifatnya transenden, tak kentara, ghaib lah. Jadi ngeri kalau dapat ide, ini ilham atau bisikan setan...haha.
Jadi saya akan jadi berbicara yang tadi tidak jadi-jadi saya tuliskan, ini mengenai warnet. Sudah sebagaimana kita mafhumkan bersama dalam era internet dimana-mana, posisi dan kondisi warnet dalam taraf diujung nikmat. Mungkin di kota-kota kecil nan tidak metropolis, warnet masih jadi primadona untuk mendapatkan koneksi internet. Tapi di kota besar dan sedang, internet mudah didapatkan dari sekian banyak operator dll, jalur kabel maupun udara. Operator sinyal bertebaran, jadi rebutan bandwidth tiap pengguna. Kalau saja ada kacamata bisa melihat gelombang radio, nampaknya dunia kita ini sudah ruwet gelombang radio, televisi, operator telepon seluler, dll. Warnet yang dulu populer, dari tempat mesum, nginap malam, kerja, nugas, main dan lain-lain, kini bingung jadi tempat apa. Mungkin warnet dikhususkan jadi tempat game online, tapi nampaknya tidak bertahan lama seperti itu. Warnet juga kalah sama Cafe dan Rumah Makan, makan disana gratis wifi yang bisa bikin kita habiskan makan 2 kali, karena nunggu download 10 MB saja setengah jam.
Saya terpikirkan kenapa warnet tidak kembali ke asal kata dasarnya, Warung Internet ? Warung yang menjual jasa sedia internet, bukan dengan konsep bilik. Tetapi warung dengan konsep ruang publik, tempat kongkow, tempat ngumpul. Permasalahan utama kota besar itu tempat publik, kalau mau janjian ketemuan dimana "di mall A", "di Cafe A", kurang gitu tempat ngumpul bareng, ngobrol dll. Cafe sedia "free wifi", kenapa tidak "Iternet, free snacks" atau makanan. Kan kita ngafe itu nyari internet dan tempat ngumpul kan, makannya mah beli yang murah kan, semurah-murahnya juga di atas 10 ribu..haha. Kenapa gak dibalik ? Bayar buat wifi, gratis snack dan minum. Bayar wifi, yang seharga dengan paket yang ada, dengan internet terjamin, misal akses kabel atau wifi per titik, dengan kuota tentunya. Misal 10 ribu, dapat kuota 250 MB. Dah gede kan itu ? Apalagi kalau kecepatan stabil tidak lemot. Suasanya dibuat tempat ngumpul per meja-kursi atau apa. Sudah bukan zamannya lagi warnet tempat bilik mesum kan ? Jadi gini idenya, pelanggan datang, pesan jenis kuota, dapet tempat, akses dan password terus bonus makanan / minuman. Memang kendalanya ukuran warnet yang kecil, biasanya begitu. Ya diadaptasi bentuknya, perpustakaan kecil atau warung kopi. "Wifi, free gorengan" plus bubur kacang. Berapa sih, 5 ribuan kan biasanya ? Ya sesuaikan ukuran tempat warnet yang lama, dengan paket kuota dan cemilannya. Ukuran warnet rata-rata 4x5 m yang sering, dijadiin meja berhadap-hadapan saja. Toh orang-orang banyak punya gadget sendiri (BYOD), hanya butuh tempat ngumpul saja. Paket per kuota atau waktu bebas lah, atur sendiri saja, sudah mandiri kan.
Tentu saja pemikiran saya ini tidak bertanggung jawab, karena tidak memikirkan hal-hal lainnya. Tentu saja ini warnet untuk di daerah kota-kota besar dan sedang. Cuma menawarkan pemikiran terbalik yang sederhana "Makan, free internet" menjadi "Internet, free makan". Kebutuhan utama kita sekarang tempat ngumpul dan internet, bukan makan. Buktinya, kalau makan saja harus kirim fotonya lewat internet kan ? Mau duduk, check in dulu via internet ? Mau ngumpul, update status dulu manggilin teman-teman, lewat internet kan ? Pas mau kumpul, butuh internet buat cari info, berita, nonton video, lewat internet kan ? Pas udah ngumpul, masih ngobrol via status, google doc, dll kan ? Tapi kan sekarang internet mudah dimana-mana ada, iya. Hanya koneksinya tidak stabil di Indonesia, terus di tempat ngumpul malah tidak ada koneksi. Masih perlu dipikirkan lagi, mekanisme bayarnya, dan lain-lainnya. Karena pusing saya, itu urusanmu ya..haha
23/02/2013
Paradigma dan Berdebat
Ditulis oleh
Unknown
pada
10:04
kunci kata :
debat,
hidup,
Ide,
paradigma,
perdebatan,
renungan,
unek
Tetiba saya ini terpikirkan mengenai paradigma dan berdebat, setelah beberapa hari lalu dalam kuliah 'Filsafat Ilmu' presentasi Sistematika Sains, mengenai paradigma. Perhatian sebelumnya, tulisan ini mungkin akan sedikit berat dibanding tulisan saya yang lain. Oke, saya coba definisikan dulu apa itu paradigma. Paradigma, dalam arti bahasa inggris berarti kerangka berpikir, dalam etimologis dari Yunani para(disamping) dan deigma(model), saya tak mengerti itu apa. Paradigma dimaksud berarti, "Model teori ilmu pengetahuan atau kerangka berpikir". Jadi paradigma itu adalah hal yang menjadi acuan dalam orang berpikir mengenai sesuatu. Paradigma adalah 'kepercayaan' yang membimbing seseorang memandang suatu hal di dunianya, secara fundamental. Bila seseorang memiliki paradigma tertentu pada benda A, maka seluruh arah gerak terhadap eksplorasi dan komentar terhadap benda A itu akan sejalan dengan paradigma yang dia anut. Paradigma berbeda dengan sudut pandang menurut saya. Sudut pandang adalah mengambil posisi atas suatu tafsiran, sedangkan paradigma adalah arah pikir terhadap suatu hal.
Implikasi dari adanya 'paradigma' ini diantaranya suatu paradigma hanya cocok dan sesuai untuk permasalahan yang ada pada saat tertentu saja. Karena ilmu pengetahuan selalu berkembang, maka tidak ada paradigma yang sempurna dan terbebas dari kelainan-kelainan (anomali), sebagai konsekuensinya ilmu harus mengandung suatu cara untuk mendobrak keluar dari satu paradigma ke paradigma lain yang lebih baik, inilah fungsi revolusi tersebut. Ini tentu saja dalam konteks ilmu pengetahuan dunia, saya tak akan membahas paradigma ketuhanan dan agama pada bahasan ini. Nah, perubahan paradigma ini biasanya terjadi dalam perdebatan. Saya akan kemukakan bagaimana teknik per'debat'an menurut saya yang baik, dengan paradigma masing-masing.
Dalam perdebatan seringkali terjadi debat kusir, tiada akhir. Ya memang begitu, karena orang yang berdebat memiliki paradigma yang berbeda. Hal yang mubazir bila kita amati debat tersebut, karena tentu saja hasilnya adalah nihil. Orang-orang tersebut akan tetap berpikir dengan paradigma masing-masing. Hal ini yang sering saya temukan. Padahal dalam berdebat, intinya bukan untuk meyakinkan lawan debat kita. Saya tak suka berdebat secara tertutup, karena buat apa men'debat'i pemikiran orang yang sudah ajeg. Per'debat'an seharusnya dilakukan secara terbuka, karena suatu paradigma itu harus berkembang secara revolusioner, bila banyak orang yang awalnya 'menonton' akan memilih suatu paradigma. Jadi per'debat'an harus bersifat terbuka, karena sasarannya bukan lawan debat kita, tetapi penonton debat.
Ibaratnya kita 'debat' mengenai es krim. Saya suka rasa coklat, dia suka vanilla. Hal yang saya lakukan bukan memaksa dia suka rasa coklat. Tetapi menunjukkan ke penonton lain, bahwa ada es krim dengan rasa coklat dan vanilla. Silakan bebas ambil rasa apapun, tetapi rasa coklat itu begini, begitu, vanilla ini begini, begitu. Dalam debat, yang kita lakukan bukan meyakinkan orang suka vanilla dengan rasa coklat, tapi memberikan opsi dengan menjelaskan kelebihan coklat dibanding vanilla, kepada penonton. Karena buat apa berdebat dengan orang yang suka vanilla, debatlah orang yang belum memiliki 'paradigma'. Memang mereka belum memiliki paradigma ? Selama objek es krim tersebut bukan menjadi hal penting bagi mereka, mereka bisa dianggap belum memiliki paradigma. Menurut Kuhn, disebut dengan 'Pra-Science & Pra-Paradigm'. Hal ini yang jarang saya lihat dalam debat. Dalam debat selalu saja ingin mengalahkan lawan debat, padahal menurut saya bukan itu. Dalam debat, hal paling penting adalah memiliki per'setuju'an dari penonton lain mengenai tafsiran suatu hal. Paradigma menetapkan kriteria untuk memilih masalah yang dapat diasumsikan mempunyai solusi. Jadi itu hanyalah sebuah asumsi, asumsi agar menjadi 'kebenaran' perlu disetujui orang banyak.
Maka daripada itu, saya sering menghindari debat tertutup. Misal diajak diskusi debat oleh seseorang mengenai suatu hal, saya biasanya hindari. Karena percuma, kecuali bila debat secara terbuka. Karena tujuan debat saya, bukan mengubah paradigma dia. Tapi menawarkan paradigma pada 'mereka'. Hal ini baru saya sadari sebagai teknik mengubah paradigma, setelah mempelajari paradigma ilmu Kuhn. Sebelumnya saya hanya berpikir bagaimana mengambil sudut pandang dan meluaskan pandangan pada orang sekitar.
Sudah ah sekian berpendapat mengenai paradigma dan perdebatan. Saya pusing sendiri menulis seperti ini, karena impulsif. Sekian.
Read More
"Suatu pandangan dunia, suatu cara pandang umum, atau suatu cara untuk menguraikan kompleksitas dunia nyata" - Patton(1975)Thomas Kuhn, seorang tokoh yang mempelopori mengenai paradigma ilmu, berpendapat bahwa paradigma berarti keselurahan konstelasi kepercayaan, nilai, teknik yang dimiliki bersama oleh anggota masyarakat ilmiah tertentu. Di pihak lain paradigma menunjukkan sejenis unsur pemecahan teka-teki yang konkrit yang jika digunakan sebagai model, pola atau contoh dapat menggantikan kaidah-kaidah yang secara eksplisit sebagai atau menjadi dasar bagi pemecahan permasalahan dan teka-teki normal sains yang belum tuntas. Kuhn lebih mengarahkan pendapat mengenai paradigma dalam hal ilmu. Menurut Kuhn, ilmu pengetahuan itu berkembang secara revolusioner, tidak secara kumulatif. Hal ini lebih dikenal dengan istilah "Revolution Science" atau "Shift Paradigm". Contohnya, dahulu orang berpikir dengan mengacu pada mekanika Newton untuk segala hal dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi pada masa ini paradigma tersebut tidak cocok. Karena ternyata Mekanika Kuantum dari Einstein, lebih dapat menjelaskan mekanika yang ditemukan pada dunia modern. Sehingga pola pikir Kuantum menggeser Newtonian. Perubahan ini terjadi secara radikal, seperti orang yang memeluk 'agama' tertentu.
Implikasi dari adanya 'paradigma' ini diantaranya suatu paradigma hanya cocok dan sesuai untuk permasalahan yang ada pada saat tertentu saja. Karena ilmu pengetahuan selalu berkembang, maka tidak ada paradigma yang sempurna dan terbebas dari kelainan-kelainan (anomali), sebagai konsekuensinya ilmu harus mengandung suatu cara untuk mendobrak keluar dari satu paradigma ke paradigma lain yang lebih baik, inilah fungsi revolusi tersebut. Ini tentu saja dalam konteks ilmu pengetahuan dunia, saya tak akan membahas paradigma ketuhanan dan agama pada bahasan ini. Nah, perubahan paradigma ini biasanya terjadi dalam perdebatan. Saya akan kemukakan bagaimana teknik per'debat'an menurut saya yang baik, dengan paradigma masing-masing.
Dalam perdebatan seringkali terjadi debat kusir, tiada akhir. Ya memang begitu, karena orang yang berdebat memiliki paradigma yang berbeda. Hal yang mubazir bila kita amati debat tersebut, karena tentu saja hasilnya adalah nihil. Orang-orang tersebut akan tetap berpikir dengan paradigma masing-masing. Hal ini yang sering saya temukan. Padahal dalam berdebat, intinya bukan untuk meyakinkan lawan debat kita. Saya tak suka berdebat secara tertutup, karena buat apa men'debat'i pemikiran orang yang sudah ajeg. Per'debat'an seharusnya dilakukan secara terbuka, karena suatu paradigma itu harus berkembang secara revolusioner, bila banyak orang yang awalnya 'menonton' akan memilih suatu paradigma. Jadi per'debat'an harus bersifat terbuka, karena sasarannya bukan lawan debat kita, tetapi penonton debat.
Ibaratnya kita 'debat' mengenai es krim. Saya suka rasa coklat, dia suka vanilla. Hal yang saya lakukan bukan memaksa dia suka rasa coklat. Tetapi menunjukkan ke penonton lain, bahwa ada es krim dengan rasa coklat dan vanilla. Silakan bebas ambil rasa apapun, tetapi rasa coklat itu begini, begitu, vanilla ini begini, begitu. Dalam debat, yang kita lakukan bukan meyakinkan orang suka vanilla dengan rasa coklat, tapi memberikan opsi dengan menjelaskan kelebihan coklat dibanding vanilla, kepada penonton. Karena buat apa berdebat dengan orang yang suka vanilla, debatlah orang yang belum memiliki 'paradigma'. Memang mereka belum memiliki paradigma ? Selama objek es krim tersebut bukan menjadi hal penting bagi mereka, mereka bisa dianggap belum memiliki paradigma. Menurut Kuhn, disebut dengan 'Pra-Science & Pra-Paradigm'. Hal ini yang jarang saya lihat dalam debat. Dalam debat selalu saja ingin mengalahkan lawan debat, padahal menurut saya bukan itu. Dalam debat, hal paling penting adalah memiliki per'setuju'an dari penonton lain mengenai tafsiran suatu hal. Paradigma menetapkan kriteria untuk memilih masalah yang dapat diasumsikan mempunyai solusi. Jadi itu hanyalah sebuah asumsi, asumsi agar menjadi 'kebenaran' perlu disetujui orang banyak.
Maka daripada itu, saya sering menghindari debat tertutup. Misal diajak diskusi debat oleh seseorang mengenai suatu hal, saya biasanya hindari. Karena percuma, kecuali bila debat secara terbuka. Karena tujuan debat saya, bukan mengubah paradigma dia. Tapi menawarkan paradigma pada 'mereka'. Hal ini baru saya sadari sebagai teknik mengubah paradigma, setelah mempelajari paradigma ilmu Kuhn. Sebelumnya saya hanya berpikir bagaimana mengambil sudut pandang dan meluaskan pandangan pada orang sekitar.
Sudah ah sekian berpendapat mengenai paradigma dan perdebatan. Saya pusing sendiri menulis seperti ini, karena impulsif. Sekian.
09/06/2010
Skenario Evolusi Manusia
Tulisan ini merangkum bagian buku "Evolution Deceit" karya Harun Yahya. Tulisan ini sebagai bahan referensi bagi Saudara, pemahaman serta kepercayaan Anda adalah hak pribadi.
***
Sebelum melangkah ke bagian terperinci dari mitos evolusi manusia, perlu disebutkan metode propaganda yang telah meyakinkan masyarakat umum tentang gagasan bahwa di masa lampau pernah hidup makhluk separo manusia - separo kera. Metode propaganda ini menggunakan "rekonstruksi" yang dibuat berdasarkan fosil-fosil. Rekonstruksi yang dimaksud adalah pembuatan gambar atau model makhluk hidup berdasarkan sepotong tulang - kadangkala hanya berupa fragmen - yang berhasil digali. "Manusia kera" yang kita lihat dalam surat kabar, majalah, atau film semuanya adalah hasil rekonstruksi. Fosil-fosil biasanya tidak tersusun dan tidak lengkap. Karenanya, rekaan apa pun yang didasarkan padanya cenderung sangat spekulatif. Kenyataannya, evolusionis mengarang cerita yang sangat tidak masuk akal sehingga untuk satu tengkorak yang sama, mereka bahkan menggambarkan wajah-wajah yang berbeda.
Kita melihat bahwa di alam tidak ada mekanisme yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Makhluk hidup muncul bukan akibat proses evolusi, melainkan secara tiba-tiba dalam bentuk yang sempurna. Mereka diciptakan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, jelaslah bahwa "evolusi manusia" juga merupakan sebuah kisah yang tidak pernah terjadi.
SILSILAH IMAJINER MANUSIA
Darwinis menyatakan bahwa manusia modern saat ini berevolusi dari makhluk serupa kera. Menurut mereka, selama proses evolusi yang diperkirakan berawal 4-5 juta tahun lalu, terdapat beberapa "bentuk transisi" antara manusia modern dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang sepenuhnya rekaan ini, terdapat empat "kategori" dasar:
1. Australopithecus
Australopithecus, kategori pertama, berarti "kera dari selatan". Makhluk ini diduga pertama kali muncul di Afrika sekitar 4 juta tahun lalu dan hidup hingga 1 juta tahun lalu. Australopithecus memiliki beberapa kelas. Evolusionis berasumsi bahwa spesies Australopithecus tertua adalah A. afarensis. Setelah itu muncul A. africanus, yang memiliki kerangka lebih ramping, dan kemudian A. robustus, yang memiliki kerangka relatif lebih besar. Sedangkan untuk A. boisei, sejumlah peneliti menganggapnya spesies yang berbeda dan sebagian lagi menggolongkannya dalam sub spesies dari A. robustus.
Semua spesies Australopithecus adalah kera yang sudah punah dan menyerupai kera masa kini. Ukuran tengkorak mereka sama atau lebih kecil dari simpanse yang hidup di masa sekarang. Terdapat bagian menonjol pada tangan dan kaki mereka yang digunakan untuk memanjat pohon seperti simpanse zaman sekarang, dan kaki mereka memiliki kemampuan menggenggam dahan. Mereka bertubuh pendek (maksimum 130 cm) dan seperti simpanse masa kini, Australopithecus jantan lebih besar dari Australopithecus betina. Sekian banyak karakteristik seperti detail pada tengkorak, kedekatan kedua mata, gigi geraham yang tajam, struktur rahang, lengan yang panjang, kaki yang pendek, merupakan bukti bahwa makhluk hidup ini tidak berbeda dengan kera zaman sekarang.
2. Homo habilis
1. Fosil-fosil yang dikatakan sebagai Homo habilis sebenarnya tidak termasuk kelas "homo", atau manusia, tetapi kelas Australopithecus, atau kera.
2. Baik Homo habilis maupun Australopithecus adalah makhluk hidup yang berjalan membungkuk, dan karenanya memiliki kerangka kera. Mereka tidak memiliki hubungan apa pun dengan manusia.
3. Homo erectus
Mari kita terlebih dulu mengkaji Homo erectus, yang dikatakan sebagai spesies manusia paling primitif. Kata "erect" berarti "tegak", maka "Homo erectus" berarti "manusia yang berjalan tegak". Evolusionis harus memisahkan manusia-manusia ini dari yang sebelumnya dengan menambahkan ciri "tegak", sebab semua fosil Homo erectus bertubuh tegak, tidak seperti spesimen Australopithecus atau Homo habilis. Jadi, tidak terdapat perbedaan antara kerangka manusia modern dan Homo erectus.
Spesimen Homo erectus paling terkenal dari Afrika adalah fosil "Narikotome homo erectus" atau "Anak Lelaki Turkana", yang ditemukan dekat danau Turkana, Kenya. Dipastikan bahwa fosil tersebut milik seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, yang mungkin akan mencapai tinggi dewasa 1,83 meter. Struktur kerangka yang tegak dari fosil tidak berbeda dengan manusia modern. Mengenai ini, seorang ahli paleoantropologi Amerika, Alan Walker, meragukan kemampuan ahli patologi kebanyakan untuk membedakan kerangka fosil tersebut dengan kerangka manusia modern." Tentang tengkorak tersebut, Walker berkata bahwa "tengkorak itu tampak sangat mirip dengan Neandertal". Neandertal adalah ras manusia modern / Homo Sapiens. Jadi, Homo erectus adalah ras manusia modern juga.
Terdapat jurang pemisah yang lebar antara Homo erectus, suatu ras manusia, dan kera yang mendahului Homo erectus dalam skenario "evolusi manusia" (Australopithecus, Homo habilis). Ini berarti bahwa manusia pertama muncul secara tiba-tiba dalam catatan fosil dan tanpa sejarah evolusi apa pun. Hal ini sudah cukup jelas mengindikasikan bahwa mereka diciptakan.
4. Homo sapiens / Neandertal
Dalam skema evolusi rekaan, Homo sapiens kuno adalah tahapan terakhir sebelum manusia modern. Pada kenyataannya, evolusionis tidak dapat berkata banyak tentang manusia ini, karena hanya ada sedikit perbedaan antara mereka dengan manusia modern. Sejumlah peneliti bahkan mengatakan bahwa representasi ras ini masih hidup hingga sekarang, dan merujuk kepada orang Aborigin di Australia sebagai contoh. Seperti Homo sapiens, orang Aborigin juga memiliki alis tebal yang menonjol, struktur rahang miring ke dalam dan kapasitas tengkorak sedikit lebih kecil. Di samping itu, sejumlah penemuan penting mengisyaratkan bahwa manusia semacam itu pernah hidup di Hongaria dan di beberapa desa di Italia hingga beberapa waktu lalu.
Satu lagi temuan penting yang membuktikan bahwa tidak mungkin ada silsilah keluarga di antara spesies yang berbeda-beda ini adalah: spesies yang ditampilkan sebagai nenek moyang dan penerusnya ternyata hidup bersamaan. Jika anggapan evolusionis benar bahwa Australopithecus berubah menjadi Homo habilis dan kemudian berubah menjadi Homo erectus, maka seharusnya mereka hidup pada era yang berurutan. Akan tetapi, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Menurut perkiraan evolusionis, Australopithecus hidup dari 4 juta - 1 juta tahun lalu. Sedangkan makhluk hidup yang digolongkan Homo habilis diduga hidup hingga 1,9-1,7 juta tahun lalu. Homo rudolfensis, yang dianggap lebih "maju" daripada Homo habilis, diketahui berusia sekitar 2,8-2,5 juta tahun! Dengan kata lain, Homo rudolfensis hampir 1 juta tahun lebih tua dari Homo habilis, sang "nenek moyang". Di lain pihak, periode Homo erectus adalah sekitar 1,8-1,6 juta tahun lalu. Artinya, spesimen Homo erectus muncul di bumi pada selang waktu sama dengan Homo habilis, yang disebut sebagai nenek moyangnya .
KEBUNTUAN BIPEDALISME BAGI EVOLUSI
Terlepas dari catatan fosil yang telah kita diskusikan, lebarnya jarak perbedaan anatomis antara manusia dan kera juga menggugurkan cerita rekaan evolusi manusia. Salah satu perbedaan ini berhubungan dengan cara berjalan. Manusia berjalan tegak dengan kedua kakinya. Suatu cara bergerak yang sangat unik dan tidak didapati pada spesies-spesies lain. Sebagian hewan memang memiliki kemampuan terbatas untuk bergerak sembari berdiri dengan kedua kaki belakangnya. Hewan seperti beruang dan monyet terkadang bergerak seperti ini ketika hendak menggapai makanan, dan hanya selama beberapa saat. Normalnya, kerangka mereka condong ke depan dan mereka berjalan dengan empat kaki.
Lalu kemudian, apakah bipedalisme merupakan hasil evolusi dari cara berjalan monyet yang kuadripedal seperti yang diklaim evolusionis? Tentu saja tidak. Penelitian telah menunjukkan bahwa evolusi bipedalisme tidak pernah dan tidak mungkin terjadi. Pertama, cara berjalan bipedal bukan suatu keuntungan. Cara monyet bergerak lebih mudah, lebih cepat dan lebih efisien daripada cara berjalan bipedal manusia. Manusia tidak dapat meloncat dari satu pohon ke pohon lain tanpa menyentuh tanah seperti simpanse, atau berlari dengan kecepatan 125 km/jam seperti cheetah. Sebaliknya, karena manusia berjalan dengan kedua kakinya, ia bergerak jauh lebih lambat di atas tanah. Untuk alasan yang sama, manusia adalah salah satu spesies yang paling tidak terlindung di alam, jika ditinjau dari gerakan dan pertahanan. Menurut logika evolusi, monyet seharusnya tidak berevolusi mengambil cara berjalan bipedal. Sebaliknya, manusialah yang seharusnya berevolusi menjadi kuadripedal.
Kebuntuan lain dari klaim evolusi adalah bahwa cara berjalan bipedal tidak sesuai dengan model "perkembangan bertahap" Darwinisme. Model ini, yang menjadi dasar evolusi, mengharuskan adanya suatu cara berjalan "gabungan" antara cara berjalan bipedal dan kuadripedal. Tetapi penelitian komputer yang dilakukan Robin Crompton, seorang ahli paleoantropologi Inggris pada tahun 1996 menunjukkan bahwa "gabungan" ini mustahil terjadi. Crompton mencapai kesimpulan berikut ini: Mahluk hidup hanya dapat berjalan tegak, atau dengan keempat kakinya. Cara berjalan setengah-setengah antara bipedal dan kuadripedal sangat menguras energi. Itu sebabnya tidak mungkin ada makhluk setengah bipedal.
Selain data-data yang telah dipaparkan, masih ada pertanyaan yang harus dijawab dalam evolusi manusia. Empat misteri yang paling membingungkan tentang manusia adalah: 1) mengapa mereka berjalan dengan dua kaki? 2) mengapa mereka kehilangan seluruh bulu? 3) mengapa mereka mengembangkan otak yang besar? 4) mengapa mereka belajar berbicara dan berbahasa?. Apakah ada penjelasan secara ilmiah dan historis mengenai pertanyaan tersebut, kita semua menjawab "Kita belum tahu."
****
Tulisan ini menambah informasi dari tulisan saya sebelumnya mengenai "Evolutionism vs Creationism". Sebagai pertimbangan, tidak selamanya informasi yang kita terima itu benar. Kita juga harus berpikir kritis, kita dianugerahi akal untuk berpikir. Sekali lagi, pemahaman dan kepercayaan itu hak pribadi. Sama-sama kita saling bertukar pikiran dan berpikir terbuka. Saya harap tulisan ini membuka pikiran Anda..
Read More
***
Sebelum melangkah ke bagian terperinci dari mitos evolusi manusia, perlu disebutkan metode propaganda yang telah meyakinkan masyarakat umum tentang gagasan bahwa di masa lampau pernah hidup makhluk separo manusia - separo kera. Metode propaganda ini menggunakan "rekonstruksi" yang dibuat berdasarkan fosil-fosil. Rekonstruksi yang dimaksud adalah pembuatan gambar atau model makhluk hidup berdasarkan sepotong tulang - kadangkala hanya berupa fragmen - yang berhasil digali. "Manusia kera" yang kita lihat dalam surat kabar, majalah, atau film semuanya adalah hasil rekonstruksi. Fosil-fosil biasanya tidak tersusun dan tidak lengkap. Karenanya, rekaan apa pun yang didasarkan padanya cenderung sangat spekulatif. Kenyataannya, evolusionis mengarang cerita yang sangat tidak masuk akal sehingga untuk satu tengkorak yang sama, mereka bahkan menggambarkan wajah-wajah yang berbeda.
Kita melihat bahwa di alam tidak ada mekanisme yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Makhluk hidup muncul bukan akibat proses evolusi, melainkan secara tiba-tiba dalam bentuk yang sempurna. Mereka diciptakan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, jelaslah bahwa "evolusi manusia" juga merupakan sebuah kisah yang tidak pernah terjadi.
SILSILAH IMAJINER MANUSIA
Darwinis menyatakan bahwa manusia modern saat ini berevolusi dari makhluk serupa kera. Menurut mereka, selama proses evolusi yang diperkirakan berawal 4-5 juta tahun lalu, terdapat beberapa "bentuk transisi" antara manusia modern dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang sepenuhnya rekaan ini, terdapat empat "kategori" dasar:
1. Australopithecus
Australopithecus, kategori pertama, berarti "kera dari selatan". Makhluk ini diduga pertama kali muncul di Afrika sekitar 4 juta tahun lalu dan hidup hingga 1 juta tahun lalu. Australopithecus memiliki beberapa kelas. Evolusionis berasumsi bahwa spesies Australopithecus tertua adalah A. afarensis. Setelah itu muncul A. africanus, yang memiliki kerangka lebih ramping, dan kemudian A. robustus, yang memiliki kerangka relatif lebih besar. Sedangkan untuk A. boisei, sejumlah peneliti menganggapnya spesies yang berbeda dan sebagian lagi menggolongkannya dalam sub spesies dari A. robustus.
Semua spesies Australopithecus adalah kera yang sudah punah dan menyerupai kera masa kini. Ukuran tengkorak mereka sama atau lebih kecil dari simpanse yang hidup di masa sekarang. Terdapat bagian menonjol pada tangan dan kaki mereka yang digunakan untuk memanjat pohon seperti simpanse zaman sekarang, dan kaki mereka memiliki kemampuan menggenggam dahan. Mereka bertubuh pendek (maksimum 130 cm) dan seperti simpanse masa kini, Australopithecus jantan lebih besar dari Australopithecus betina. Sekian banyak karakteristik seperti detail pada tengkorak, kedekatan kedua mata, gigi geraham yang tajam, struktur rahang, lengan yang panjang, kaki yang pendek, merupakan bukti bahwa makhluk hidup ini tidak berbeda dengan kera zaman sekarang.
2. Homo habilis
1. Fosil-fosil yang dikatakan sebagai Homo habilis sebenarnya tidak termasuk kelas "homo", atau manusia, tetapi kelas Australopithecus, atau kera.
2. Baik Homo habilis maupun Australopithecus adalah makhluk hidup yang berjalan membungkuk, dan karenanya memiliki kerangka kera. Mereka tidak memiliki hubungan apa pun dengan manusia.
3. Homo erectus
Mari kita terlebih dulu mengkaji Homo erectus, yang dikatakan sebagai spesies manusia paling primitif. Kata "erect" berarti "tegak", maka "Homo erectus" berarti "manusia yang berjalan tegak". Evolusionis harus memisahkan manusia-manusia ini dari yang sebelumnya dengan menambahkan ciri "tegak", sebab semua fosil Homo erectus bertubuh tegak, tidak seperti spesimen Australopithecus atau Homo habilis. Jadi, tidak terdapat perbedaan antara kerangka manusia modern dan Homo erectus.
Spesimen Homo erectus paling terkenal dari Afrika adalah fosil "Narikotome homo erectus" atau "Anak Lelaki Turkana", yang ditemukan dekat danau Turkana, Kenya. Dipastikan bahwa fosil tersebut milik seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, yang mungkin akan mencapai tinggi dewasa 1,83 meter. Struktur kerangka yang tegak dari fosil tidak berbeda dengan manusia modern. Mengenai ini, seorang ahli paleoantropologi Amerika, Alan Walker, meragukan kemampuan ahli patologi kebanyakan untuk membedakan kerangka fosil tersebut dengan kerangka manusia modern." Tentang tengkorak tersebut, Walker berkata bahwa "tengkorak itu tampak sangat mirip dengan Neandertal". Neandertal adalah ras manusia modern / Homo Sapiens. Jadi, Homo erectus adalah ras manusia modern juga.
Terdapat jurang pemisah yang lebar antara Homo erectus, suatu ras manusia, dan kera yang mendahului Homo erectus dalam skenario "evolusi manusia" (Australopithecus, Homo habilis). Ini berarti bahwa manusia pertama muncul secara tiba-tiba dalam catatan fosil dan tanpa sejarah evolusi apa pun. Hal ini sudah cukup jelas mengindikasikan bahwa mereka diciptakan.
4. Homo sapiens / Neandertal
Dalam skema evolusi rekaan, Homo sapiens kuno adalah tahapan terakhir sebelum manusia modern. Pada kenyataannya, evolusionis tidak dapat berkata banyak tentang manusia ini, karena hanya ada sedikit perbedaan antara mereka dengan manusia modern. Sejumlah peneliti bahkan mengatakan bahwa representasi ras ini masih hidup hingga sekarang, dan merujuk kepada orang Aborigin di Australia sebagai contoh. Seperti Homo sapiens, orang Aborigin juga memiliki alis tebal yang menonjol, struktur rahang miring ke dalam dan kapasitas tengkorak sedikit lebih kecil. Di samping itu, sejumlah penemuan penting mengisyaratkan bahwa manusia semacam itu pernah hidup di Hongaria dan di beberapa desa di Italia hingga beberapa waktu lalu.
Satu lagi temuan penting yang membuktikan bahwa tidak mungkin ada silsilah keluarga di antara spesies yang berbeda-beda ini adalah: spesies yang ditampilkan sebagai nenek moyang dan penerusnya ternyata hidup bersamaan. Jika anggapan evolusionis benar bahwa Australopithecus berubah menjadi Homo habilis dan kemudian berubah menjadi Homo erectus, maka seharusnya mereka hidup pada era yang berurutan. Akan tetapi, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Menurut perkiraan evolusionis, Australopithecus hidup dari 4 juta - 1 juta tahun lalu. Sedangkan makhluk hidup yang digolongkan Homo habilis diduga hidup hingga 1,9-1,7 juta tahun lalu. Homo rudolfensis, yang dianggap lebih "maju" daripada Homo habilis, diketahui berusia sekitar 2,8-2,5 juta tahun! Dengan kata lain, Homo rudolfensis hampir 1 juta tahun lebih tua dari Homo habilis, sang "nenek moyang". Di lain pihak, periode Homo erectus adalah sekitar 1,8-1,6 juta tahun lalu. Artinya, spesimen Homo erectus muncul di bumi pada selang waktu sama dengan Homo habilis, yang disebut sebagai nenek moyangnya .
KEBUNTUAN BIPEDALISME BAGI EVOLUSI
Terlepas dari catatan fosil yang telah kita diskusikan, lebarnya jarak perbedaan anatomis antara manusia dan kera juga menggugurkan cerita rekaan evolusi manusia. Salah satu perbedaan ini berhubungan dengan cara berjalan. Manusia berjalan tegak dengan kedua kakinya. Suatu cara bergerak yang sangat unik dan tidak didapati pada spesies-spesies lain. Sebagian hewan memang memiliki kemampuan terbatas untuk bergerak sembari berdiri dengan kedua kaki belakangnya. Hewan seperti beruang dan monyet terkadang bergerak seperti ini ketika hendak menggapai makanan, dan hanya selama beberapa saat. Normalnya, kerangka mereka condong ke depan dan mereka berjalan dengan empat kaki.
Lalu kemudian, apakah bipedalisme merupakan hasil evolusi dari cara berjalan monyet yang kuadripedal seperti yang diklaim evolusionis? Tentu saja tidak. Penelitian telah menunjukkan bahwa evolusi bipedalisme tidak pernah dan tidak mungkin terjadi. Pertama, cara berjalan bipedal bukan suatu keuntungan. Cara monyet bergerak lebih mudah, lebih cepat dan lebih efisien daripada cara berjalan bipedal manusia. Manusia tidak dapat meloncat dari satu pohon ke pohon lain tanpa menyentuh tanah seperti simpanse, atau berlari dengan kecepatan 125 km/jam seperti cheetah. Sebaliknya, karena manusia berjalan dengan kedua kakinya, ia bergerak jauh lebih lambat di atas tanah. Untuk alasan yang sama, manusia adalah salah satu spesies yang paling tidak terlindung di alam, jika ditinjau dari gerakan dan pertahanan. Menurut logika evolusi, monyet seharusnya tidak berevolusi mengambil cara berjalan bipedal. Sebaliknya, manusialah yang seharusnya berevolusi menjadi kuadripedal.
Kebuntuan lain dari klaim evolusi adalah bahwa cara berjalan bipedal tidak sesuai dengan model "perkembangan bertahap" Darwinisme. Model ini, yang menjadi dasar evolusi, mengharuskan adanya suatu cara berjalan "gabungan" antara cara berjalan bipedal dan kuadripedal. Tetapi penelitian komputer yang dilakukan Robin Crompton, seorang ahli paleoantropologi Inggris pada tahun 1996 menunjukkan bahwa "gabungan" ini mustahil terjadi. Crompton mencapai kesimpulan berikut ini: Mahluk hidup hanya dapat berjalan tegak, atau dengan keempat kakinya. Cara berjalan setengah-setengah antara bipedal dan kuadripedal sangat menguras energi. Itu sebabnya tidak mungkin ada makhluk setengah bipedal.
Selain data-data yang telah dipaparkan, masih ada pertanyaan yang harus dijawab dalam evolusi manusia. Empat misteri yang paling membingungkan tentang manusia adalah: 1) mengapa mereka berjalan dengan dua kaki? 2) mengapa mereka kehilangan seluruh bulu? 3) mengapa mereka mengembangkan otak yang besar? 4) mengapa mereka belajar berbicara dan berbahasa?. Apakah ada penjelasan secara ilmiah dan historis mengenai pertanyaan tersebut, kita semua menjawab "Kita belum tahu."
****
Tulisan ini menambah informasi dari tulisan saya sebelumnya mengenai "Evolutionism vs Creationism". Sebagai pertimbangan, tidak selamanya informasi yang kita terima itu benar. Kita juga harus berpikir kritis, kita dianugerahi akal untuk berpikir. Sekali lagi, pemahaman dan kepercayaan itu hak pribadi. Sama-sama kita saling bertukar pikiran dan berpikir terbuka. Saya harap tulisan ini membuka pikiran Anda..
Evolusi atau Kreasi
Tulisan ini merangkum bagian buku "Evolution Deceit" karya Harun Yahya. Tulisan ini sebagai bahan referensi bagi Saudara, pemahaman serta kepercayaan Anda adalah hak pribadi.
***
Sebagian orang yang pernah mendengar "teori evolusi" atau "Darwinisme" mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi fondasi sebuah filsafat materialisme. Filsafat materialisme, yang mengandung sejumlah pemikiran tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta (Allah).
Teori evolusi merupakan buah filsafat materialistis yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Seperti telah disebutkan sebelumnya, paham materialisme berusaha menjelaskan alam semata melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan, pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu, hidup ataupun tak hidup, muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan tetapi, akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yang mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan. Filsafat materialistis, yang bertentangan dengan karakteristik paling mendasar akal manusia ini, memunculkan "teori evolusi" di pertengahan abad ke-19.
Orang yang mengemukakan teori evolusi sebagaimana yang dipertahankan dewasa ini, adalah seorang naturalis dari Inggris, Charles Robert Darwin. Darwin muda sangat takjub melihat beragam spesies makhluk hidup, terutama jenis-jenis burung finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap habitat. Dengan pemikiran ini, ia menduga bahwa asal usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep "adaptasi terhadap lingkungan". Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. (Asal usul "sifat-sifat yang menguntungkan" ini belum diketahui pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini. Darwin menamakan proses ini "evolusi melalui seleksi alam". Ia mengira telah menemukan "asal usul spesies": suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species, By Means of Natural Selection pada tahun 1859.
Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang, seorang ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.
Lalu berikut akan dipaparkan kesalahan berpikir dari konsep evolusi yang kita pelajari sejak kecil.
SELEKSI ALAM
Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan punah. Sebagai contoh, dalam sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman hewan pemangsa, secara alamiah rusa-rusa yang mampu berlari lebih kencang akan bertahan hidup. Itu memang benar. Akan tetapi, hingga kapan pun proses ini berlangsung, tidak akan membuat rusa-rusa tersebut menjadi spesies lain. Rusa akan tetap menjadi rusa. Seleksi alam sama sekali tidak memberikan kontribusi kepada teori evolusi, sebab mekanisme ini tidak pernah mampu menambah atau memperbaiki informasi genetis suatu spesies. Seleksi alam juga tidak dapat mengubah satu spesies menjadi spesies lain: bintang laut menjadi ikan, ikan menjadi katak, katak menjadi buaya, atau buaya menjadi burung. Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: "Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi".
MUTASI
Mutasi didefinisikan sebagai pemutusan atau penggantian yang terjadi pada molekul DNA, yang terdapat dalam inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis. Pemutusan atau penggantian ini diakibatkan pengaruh-pengaruh luar seperti radiasi atau reaksi kimiawi. Setiap mutasi adalah "kecelakaan" dan merusak nukleotida-nukleotida yang membangun DNA atau mengubah posisinya. Hampir selalu, mutasi menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut. Ada tiga alasan utama mengapa mutasi tidak dapat dijadikan bukti yang mendukung pernyataan evolusionis:
1) Efek langsung dari mutasi membahayakan. Mutasi terjadi secara acak, karenanya mutasi hampir selalu merusak makhluk hidup yang mengalaminya. Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan memperbaiki struktur tersebut, tetapi merusaknya. Dan memang, tidak pernah ditemukan satu pun "mutasi yang bermanfaat".
2) Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme. Partikel-partikel penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya, rusak atau terbawa ke tempat lain. Mutasi tidak dapat memberi makhluk hidup organ atau sifat baru. Mutasi hanya meng-akibatkan ketidaknormalan seperti kaki yang muncul di punggung, atau telinga yang tumbuh dari perut.
3) Agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel reproduksi organisme tersebut. Perubahan acak yang terjadi pada sel biasa atau organ tubuh tidak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Sebagai contoh, mata manusia yang berubah akibat efek radiasi atau sebab lain, tidak akan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.
CATATAN FOSIL MEMBANTAH EVOLUSI
Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup berasal dari satu nenek moyang. Spesies yang ada sebelumnya lambat laun berubah menjadi spesies lain, dan semua spesies muncul dengan cara ini. Menurut teori tersebut, perubahan ini berlangsung sedikit demi sedikit dalam jangka waktu jutaan tahun. Dengan demikian, maka seharusnya pernah terdapat sangat banyak spesies peralihan selama periode perubahan yang panjang ini.Karena mempercayai ramalan Darwin, kaum evolusionis telah berburu fosil dan melakukan penggalian mencari mata rantai yang hilang di seluruh penjuru dunia sejak pertengahan abad ke-19. Walaupun mereka telah bekerja keras, tak satu pun bentuk transisi ditemukan. Bertentangan dengan kepercayaan evolusionis, semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam bentuk yang telah lengkap. Usaha mereka untuk membuktikan teori evolusi justru tanpa sengaja telah meruntuhkan teori itu sendiri. Catatan fosil memperlihatkan, makhluk hidup yang ditemukan pada lapisan bumi periode Kambrium (berusia 500-550 juta tahun.) muncul dengan tiba-tiba - tidak ada nenek moyang yang hidup sebelumnya. Fosil-fosil di dalam batu-batuan Kambrium berasal dari siput, trilobita, bunga karang, cacing tanah, ubur-ubur, landak laut dan invertebrata kompleks lainnya. Beragam makhluk hidup yang kompleks muncul begitu tiba-tiba, sehingga literatur geologi menyebut kejadian ajaib ini sebagai "Ledakan Kambrium" (Cambrian Explosion).
Evolusionis mengasumsikan invertebrata laut yang muncul pada periode Kambrium berevolusi menjadi ikan dalam waktu puluhan juta tahun. Tetapi sebagaimana invertebrata-invertebrata Kambrium tidak memiliki nenek moyang, juga tidak ditemukan mata rantai transisi yang menunjukkan bahwa evolusi terjadi antara jenis-jenis invertebrata ini dengan ikan. Perlu dicatat bahwa invertebrata dan ikan memiliki perbedaan struktural yang sangat besar. Invertebrata memiliki jaringan keras di luar tubuh mereka, sedangkan ikan adalah vertebrata dengan jaringan keras di dalam tubuh. "Evolusi" sebesar itu tentu akan melalui miliaran tahap, dan seharusnya ada miliaran bentuk transisi yang menunjukkan tahapan-tahapan tersebut. Evolusionis menyatakan bahwa suatu ketika, spesies yang hidup di air naik ke darat dan berubah menjadi spesies darat. Ada sejumlah fakta yang sangat jelas menunjukkan kemustahilan transisi seperti itu:
1. Keharusan membawa beban tubuh: Makhluk hidup yang berpindah dari air ke darat harus mengembangkan sistem otot dan kerangka baru secara bersamaan agar dapat memenuhi kebutuhan energi bergerak di darat. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi melalui mutasi kebetulan.
2. Daya tahan terhadap panas: suhu daratan dapat berubah dengan cepat dan naik-turun dalam rentang yang lebar. Makhluk hidup di darat harus memiliki mekanisme tubuh yang dapat menahan perubahan-perubahan suhu yang besar itu. Akan tetapi, suhu lautan berubah secara perlahan dan perubahan tersebut tidak terjadi dalam rentang yang terlalu lebar. Organisme hidup dengan sistem tubuh sesuai temperatur laut yang konstan akan membutuhkan suatu sistem perlindungan agar perubahan suhu di darat tidak akan membahayakan. Sangat tidak masuk akal bahwa ikan mendapatkan sistem tersebut melalui mutasi acak segera setelah mereka naik ke darat.
3. Penggunaan air: air dan kelembaban yang penting untuk metabolisme harus digunakan sehemat mungkin karena kelangkaan sumber air di darat. Sebagai contoh, kulit harus dirancang agar dapat mengeluarkan air sejumlah tertentu, sekaligus mencegah penguapan berlebihan. Karenanya, makhluk hidup di darat memiliki rasa haus karakteristik yang tidak dimiliki organisme air. Di samping itu, kulit tubuh hewan air tidak sesuai untuk habitat non-air.
4. Ginjal: organisme air dapat dengan mudah membuang zat-zat sisa dalam tubuh mereka (terutama amonia) dengan penyaringan, karena banyaknya air dalam habitat mereka. Di darat, air harus digunakan sehemat mungkin. Itulah sebabnya hewan darat memiliki sistem ginjal. Berkat ginjal, amonia disimpan dengan cara mengubahnya menjadi urea dan hanya membutuhkan sejumlah kecil air untuk membuangnya. Di samping itu, beberapa sistem baru dibutuhkan untuk membuat ginjal berfungsi. Singkatnya, agar perpindahan dari air ke darat dapat terjadi, makhluk hidup tanpa ginjal harus membentuk sistem ginjal secara tiba-tiba.
5. Sistem pernapasan: ikan "bernapas" dengan mengambil oksigen yang terlarut dalam air yang mereka alirkan melewati insang. Mereka tidak mampu hidup lebih dari beberapa menit di luar air. Agar mampu hidup di darat, mereka harus mendapatkan sistem paru-paru yang sempurna secara tiba-tiba.
PROTEIN DAN EKSPERIMEN
Teori evolusi menyatakan bahwa kehidupan berawal dari sebuah sel yang terbentuk secara kebetulan. Berdasarkan skenario ini, empat miliar tahun lalu, dalam atmosfir bumi purba berbagai senyawa tidak hidup bereaksi, di bawah petir dan tekanan menghasilkan sel hidup pertama. Hal pertama yang harus diingat, pernyataan bahwa senyawa-senyawa anorganik dapat bergabung membentuk kehidupan sama sekali tidak ilmiah dan tidak dikuatkan dengan eksperimen atau observasi. Kehidupan hanya muncul dari kehidupan. Setiap sel hidup terbentuk melalui replikasi sel hidup lainnya. Tak seorang pun di dunia pernah berhasil membentuk sel hidup dengan mencampurkan materi-materi anorganik, bahkan di laboratorium yang paling canggih sekalipun.
Sebuah sel begitu kompleks, sehingga teknologi tercanggih manusia tidak dapat membuatnya. Upaya pembuatan sel tiruan tidak pernah membuahkan hasil. Tentu saja, upaya seperti ini telah ditinggalkan. Teori evolusi menyatakan bahwa sistem ini - yang tidak dapat ditiru manusia meski dengan mengerahkan segala kecerdasan, pengetahuan dan teknologinya - muncul secara "kebetulan" dalam kondisi bumi purba. Sebagai contoh lain, kemungkinan sel terbentuk secara kebetulan sama mustahilnya dengan kemungkinan sebuah buku tercetak akibat ledakan kantor percetakan.Jangankan tentang sel, evolusi bahkan gagal menerangkan materi pembentuknya. Satu saja protein dari ribuan molekul protein kompleks pembangun sel, tidak mungkin terbentuk dalam kondisi alamiah.
Protein adalah molekul raksasa yang terdiri dari satuan-satuan kecil yang disebut "asam amino" yang tersusun dalam urutan tertentu, dengan jumlah dan struktur tertentu. Molekul-molekul ini merupakan bahan pembangun sel hidup. Protein yang paling sederhana terdiri dari 50 asam amino, tetapi ada beberapa protein yang terdiri dari ribuan asam amino. Evolusionis menyatakan bahwa evolusi molekuler terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama, dan waktu yang sangat lama ini membuat hal yang mustahil dapat terjadi. Namun selama apa pun waktu diberikan, asam-asam amino tidak mungkin membentuk protein secara kebetulan. William Stokes, pakar geologi Amerika, mengakui kenyataan ini dalam bukunya Essentials of Earth History. Menurutnya kemungkinan ini begitu kecil sehingga "protein tidak akan terbentuk dalam miliaran tahun di miliaran planet, sekali-pun setiap planet diliputi hamparan larutan pekat asam amino yang diperlukan."
Jika satu protein saja mustahil terbentuk secara kebetulan, maka miliaran kali lebih mustahil bila sejuta protein ini bergabung secara kebetulan dan membentuk sebuah sel manusia lengkap. Lagipula, sebuah sel tidak sekadar tersusun dari timbunan protein. Selain protein, sel juga mengandung asam nukleat, karbohidrat, lipid, vitamin dan senyawa kimia lain seperti elektrolit. Secara struktur dan fungsi, semuanya tersusun dalam proporsi, keserasian dan desain yang spesifik. Ada satu hal penting yang harus diingat: jika satu tahap saja dari proses evolusi terbukti mustahil, cukup untuk membuktikan kesalahan dan ketidakabsahan teori secara keseluruhan. Contohnya, karena pembentukan protein secara coba-coba terbukti mustahil, maka seluruh pernyataan mengenai tahap proses evolusi selanjutnya juga terbantah.
Studi tentang awal kehidupan yang paling dihargai adalah Eksperimen Miller yang dilakukan oleh peneliti Amerika bernama Stanley Miller pada tahun 1953. (Eksperimen ini dikenal juga sebagai "Eksperimen Urey-Miller" karena kontribusi Harold Urey, instruktur Miller dari Universitas Chicago.)
Eksperimen Miller berusaha membuktikan bahwa asam amino dapat terbentuk dengan sendirinya dalam kondisi bumi purba. Namun, eksperimen ini tidak konsisten dalam sejumlah hal:
1. Dengan menggunakan mekanisme cold trap, Miller mengisolasi asam-asam amino dari lingkungannya segera setelah mereka terbentuk. Tentu saja mekanisme isolasi yang disengaja seperti ini tidak ada dalam kondisi bumi purba. Tanpa mekanisme seperti ini, kalaupun ada satu asam amino terbentuk, ia akan segera hancur.
2.Lingkungan atmosfir purba yang disimulasikan Miller dalam eksperimennya tidak realistis. Miller dan Urey meniru atmosfir bumi dahulu kala dengan campuran metan dan amonia. Menurut mereka, bumi merupakan campuran homogen dari logam, batuan dan es. Namun, dalam penelitian terakhir terungkap bahwa pada saat itu bumi sangat panas dan terbentuk dari nikel dan besi cair. Jadi, atmosfir kimiawi saat itu seharusnya didominasi nitrogen (N2), karbon dioksida (CO2) dan uap air (H20). Tetapi gas-gas ini bukan gas-gas yang tepat untuk mensintesis senyawa organik, seperti metan dan amonia.
3.Hal penting lain yang mengugurkan eksperimen Miller adalah bahwa atmosfir bumi mengandung cukup banyak oksigen untuk menghancurkan semua asam amino yang terbentuk.
4.Sintesis protein tidak mungkin terjadi di dalam air. Asam amino berikatan melalui "ikatan peptida" untuk membentuk protein. Dalam pembentukan ikatan ini satu molekul air dilepaskan. Fakta ini menyanggah penjelasan evolusionis bahwa kehidupan purba berawal di air. Menurut "Prinsip Le Châtelier" dalam kimia, suatu reaksi yang melepaskan air (reaksi kondensasi) tidak mungkin terjadi dalam lingkungan berair (hidrat). Reaksi seperti ini dalam lingkungan berair di-katakan "memiliki probabilitas paling kecil untuk terjadi dibandingkan reaksi-reaksi kimia lain. Di lain pihak, akan menjadi irasional bila evolusionis mengubah pikiran dan menyatakan bahwa kehidupan berawal di darat, karena satu-satunya lingkungan agar asam amino terlindung dari ultraviolet adalah lautan. Di darat, asam amino akan hancur oleh sinar ultraviolet.
ILMU TERMODINAMIKA MENYANGGAH EVOLUSI
Hukum II Termodinamika, yang dianggap sebagai salah satu hukum dasar ilmu fisika, menyatakan bahwa pada kondisi normal semua sistem yang dibiarkan tanpa gangguan cenderung menjadi tak teratur, terurai, dan rusak sejalan dengan waktu. Seluruh benda, hidup atau mati, akan aus, rusak, lapuk, terurai dan hancur. Akhir seperti ini mutlak akan dihadapi semua makhluk dengan caranya masing-masing dan menurut hukum ini, proses yang tak terelakkan ini tidak dapat dibalikkan. Teori evolusi adalah klaim yang diajukan dengan sepenuhnya mengabaikan Hukum Entropi. Mekanisme yang diajukannya benar-benar bertentangan dengan hukum dasar fisika ini. Teori evolusi menyatakan bahwa atom-atom dan molekul-molekul tidak hidup yang tak teratur dan tersebar, sejalan dengan waktu menyatu dengan spontan dalam urutan dan rencana tertentu membentuk molekul-molekul kompleks seperti protein, DNA dan RNA. Molekul-molekul ini lambat laun kemudian menghasilkan jutaan spesies makhluk hidup, bahkan dengan struktur yang lebih kompleks lagi. Menurut teori evolusi, pada kondisi normal, proses yang menghasilkan struktur yang lebih terencana, lebih teratur, lebih kompleks dan lebih terorganisir ini terbentuk dengan sendirinya pada tiap tahapnya dalam kondisi alamiah. Proses yang disebut alami ini jelas bertentangan dengan Hukum Entropi.
***
Setelah membaca rangkuman ini(tentunya bila Anda sabar membacanya..he3) apa kesimpulan Anda ?. Memang rangkuman ini tidak memuat informasi yang banyak dan mendetail, tapi cukup memaparkan pendapat teori penciptaan. Sekali lagi, pemahaman dan kepercayaan itu hak pribadi. Sama-sama kita saling bertukar pikiran dan berpikir terbuka. Mudah-mudahan bermanfaat tulisan ini..
Read More
***
Sebagian orang yang pernah mendengar "teori evolusi" atau "Darwinisme" mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi fondasi sebuah filsafat materialisme. Filsafat materialisme, yang mengandung sejumlah pemikiran tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta (Allah).
Teori evolusi merupakan buah filsafat materialistis yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Seperti telah disebutkan sebelumnya, paham materialisme berusaha menjelaskan alam semata melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan, pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu, hidup ataupun tak hidup, muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan tetapi, akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yang mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan. Filsafat materialistis, yang bertentangan dengan karakteristik paling mendasar akal manusia ini, memunculkan "teori evolusi" di pertengahan abad ke-19.
Orang yang mengemukakan teori evolusi sebagaimana yang dipertahankan dewasa ini, adalah seorang naturalis dari Inggris, Charles Robert Darwin. Darwin muda sangat takjub melihat beragam spesies makhluk hidup, terutama jenis-jenis burung finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap habitat. Dengan pemikiran ini, ia menduga bahwa asal usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep "adaptasi terhadap lingkungan". Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. (Asal usul "sifat-sifat yang menguntungkan" ini belum diketahui pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini. Darwin menamakan proses ini "evolusi melalui seleksi alam". Ia mengira telah menemukan "asal usul spesies": suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species, By Means of Natural Selection pada tahun 1859.
Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang, seorang ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.
Lalu berikut akan dipaparkan kesalahan berpikir dari konsep evolusi yang kita pelajari sejak kecil.
SELEKSI ALAM
Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan punah. Sebagai contoh, dalam sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman hewan pemangsa, secara alamiah rusa-rusa yang mampu berlari lebih kencang akan bertahan hidup. Itu memang benar. Akan tetapi, hingga kapan pun proses ini berlangsung, tidak akan membuat rusa-rusa tersebut menjadi spesies lain. Rusa akan tetap menjadi rusa. Seleksi alam sama sekali tidak memberikan kontribusi kepada teori evolusi, sebab mekanisme ini tidak pernah mampu menambah atau memperbaiki informasi genetis suatu spesies. Seleksi alam juga tidak dapat mengubah satu spesies menjadi spesies lain: bintang laut menjadi ikan, ikan menjadi katak, katak menjadi buaya, atau buaya menjadi burung. Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: "Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi".
MUTASI
Mutasi didefinisikan sebagai pemutusan atau penggantian yang terjadi pada molekul DNA, yang terdapat dalam inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis. Pemutusan atau penggantian ini diakibatkan pengaruh-pengaruh luar seperti radiasi atau reaksi kimiawi. Setiap mutasi adalah "kecelakaan" dan merusak nukleotida-nukleotida yang membangun DNA atau mengubah posisinya. Hampir selalu, mutasi menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut. Ada tiga alasan utama mengapa mutasi tidak dapat dijadikan bukti yang mendukung pernyataan evolusionis:
1) Efek langsung dari mutasi membahayakan. Mutasi terjadi secara acak, karenanya mutasi hampir selalu merusak makhluk hidup yang mengalaminya. Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan memperbaiki struktur tersebut, tetapi merusaknya. Dan memang, tidak pernah ditemukan satu pun "mutasi yang bermanfaat".
2) Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme. Partikel-partikel penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya, rusak atau terbawa ke tempat lain. Mutasi tidak dapat memberi makhluk hidup organ atau sifat baru. Mutasi hanya meng-akibatkan ketidaknormalan seperti kaki yang muncul di punggung, atau telinga yang tumbuh dari perut.
3) Agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel reproduksi organisme tersebut. Perubahan acak yang terjadi pada sel biasa atau organ tubuh tidak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Sebagai contoh, mata manusia yang berubah akibat efek radiasi atau sebab lain, tidak akan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.
CATATAN FOSIL MEMBANTAH EVOLUSI
Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup berasal dari satu nenek moyang. Spesies yang ada sebelumnya lambat laun berubah menjadi spesies lain, dan semua spesies muncul dengan cara ini. Menurut teori tersebut, perubahan ini berlangsung sedikit demi sedikit dalam jangka waktu jutaan tahun. Dengan demikian, maka seharusnya pernah terdapat sangat banyak spesies peralihan selama periode perubahan yang panjang ini.Karena mempercayai ramalan Darwin, kaum evolusionis telah berburu fosil dan melakukan penggalian mencari mata rantai yang hilang di seluruh penjuru dunia sejak pertengahan abad ke-19. Walaupun mereka telah bekerja keras, tak satu pun bentuk transisi ditemukan. Bertentangan dengan kepercayaan evolusionis, semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam bentuk yang telah lengkap. Usaha mereka untuk membuktikan teori evolusi justru tanpa sengaja telah meruntuhkan teori itu sendiri. Catatan fosil memperlihatkan, makhluk hidup yang ditemukan pada lapisan bumi periode Kambrium (berusia 500-550 juta tahun.) muncul dengan tiba-tiba - tidak ada nenek moyang yang hidup sebelumnya. Fosil-fosil di dalam batu-batuan Kambrium berasal dari siput, trilobita, bunga karang, cacing tanah, ubur-ubur, landak laut dan invertebrata kompleks lainnya. Beragam makhluk hidup yang kompleks muncul begitu tiba-tiba, sehingga literatur geologi menyebut kejadian ajaib ini sebagai "Ledakan Kambrium" (Cambrian Explosion).
Evolusionis mengasumsikan invertebrata laut yang muncul pada periode Kambrium berevolusi menjadi ikan dalam waktu puluhan juta tahun. Tetapi sebagaimana invertebrata-invertebrata Kambrium tidak memiliki nenek moyang, juga tidak ditemukan mata rantai transisi yang menunjukkan bahwa evolusi terjadi antara jenis-jenis invertebrata ini dengan ikan. Perlu dicatat bahwa invertebrata dan ikan memiliki perbedaan struktural yang sangat besar. Invertebrata memiliki jaringan keras di luar tubuh mereka, sedangkan ikan adalah vertebrata dengan jaringan keras di dalam tubuh. "Evolusi" sebesar itu tentu akan melalui miliaran tahap, dan seharusnya ada miliaran bentuk transisi yang menunjukkan tahapan-tahapan tersebut. Evolusionis menyatakan bahwa suatu ketika, spesies yang hidup di air naik ke darat dan berubah menjadi spesies darat. Ada sejumlah fakta yang sangat jelas menunjukkan kemustahilan transisi seperti itu:
1. Keharusan membawa beban tubuh: Makhluk hidup yang berpindah dari air ke darat harus mengembangkan sistem otot dan kerangka baru secara bersamaan agar dapat memenuhi kebutuhan energi bergerak di darat. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi melalui mutasi kebetulan.
2. Daya tahan terhadap panas: suhu daratan dapat berubah dengan cepat dan naik-turun dalam rentang yang lebar. Makhluk hidup di darat harus memiliki mekanisme tubuh yang dapat menahan perubahan-perubahan suhu yang besar itu. Akan tetapi, suhu lautan berubah secara perlahan dan perubahan tersebut tidak terjadi dalam rentang yang terlalu lebar. Organisme hidup dengan sistem tubuh sesuai temperatur laut yang konstan akan membutuhkan suatu sistem perlindungan agar perubahan suhu di darat tidak akan membahayakan. Sangat tidak masuk akal bahwa ikan mendapatkan sistem tersebut melalui mutasi acak segera setelah mereka naik ke darat.
3. Penggunaan air: air dan kelembaban yang penting untuk metabolisme harus digunakan sehemat mungkin karena kelangkaan sumber air di darat. Sebagai contoh, kulit harus dirancang agar dapat mengeluarkan air sejumlah tertentu, sekaligus mencegah penguapan berlebihan. Karenanya, makhluk hidup di darat memiliki rasa haus karakteristik yang tidak dimiliki organisme air. Di samping itu, kulit tubuh hewan air tidak sesuai untuk habitat non-air.
4. Ginjal: organisme air dapat dengan mudah membuang zat-zat sisa dalam tubuh mereka (terutama amonia) dengan penyaringan, karena banyaknya air dalam habitat mereka. Di darat, air harus digunakan sehemat mungkin. Itulah sebabnya hewan darat memiliki sistem ginjal. Berkat ginjal, amonia disimpan dengan cara mengubahnya menjadi urea dan hanya membutuhkan sejumlah kecil air untuk membuangnya. Di samping itu, beberapa sistem baru dibutuhkan untuk membuat ginjal berfungsi. Singkatnya, agar perpindahan dari air ke darat dapat terjadi, makhluk hidup tanpa ginjal harus membentuk sistem ginjal secara tiba-tiba.
5. Sistem pernapasan: ikan "bernapas" dengan mengambil oksigen yang terlarut dalam air yang mereka alirkan melewati insang. Mereka tidak mampu hidup lebih dari beberapa menit di luar air. Agar mampu hidup di darat, mereka harus mendapatkan sistem paru-paru yang sempurna secara tiba-tiba.
PROTEIN DAN EKSPERIMEN
Teori evolusi menyatakan bahwa kehidupan berawal dari sebuah sel yang terbentuk secara kebetulan. Berdasarkan skenario ini, empat miliar tahun lalu, dalam atmosfir bumi purba berbagai senyawa tidak hidup bereaksi, di bawah petir dan tekanan menghasilkan sel hidup pertama. Hal pertama yang harus diingat, pernyataan bahwa senyawa-senyawa anorganik dapat bergabung membentuk kehidupan sama sekali tidak ilmiah dan tidak dikuatkan dengan eksperimen atau observasi. Kehidupan hanya muncul dari kehidupan. Setiap sel hidup terbentuk melalui replikasi sel hidup lainnya. Tak seorang pun di dunia pernah berhasil membentuk sel hidup dengan mencampurkan materi-materi anorganik, bahkan di laboratorium yang paling canggih sekalipun.
Sebuah sel begitu kompleks, sehingga teknologi tercanggih manusia tidak dapat membuatnya. Upaya pembuatan sel tiruan tidak pernah membuahkan hasil. Tentu saja, upaya seperti ini telah ditinggalkan. Teori evolusi menyatakan bahwa sistem ini - yang tidak dapat ditiru manusia meski dengan mengerahkan segala kecerdasan, pengetahuan dan teknologinya - muncul secara "kebetulan" dalam kondisi bumi purba. Sebagai contoh lain, kemungkinan sel terbentuk secara kebetulan sama mustahilnya dengan kemungkinan sebuah buku tercetak akibat ledakan kantor percetakan.Jangankan tentang sel, evolusi bahkan gagal menerangkan materi pembentuknya. Satu saja protein dari ribuan molekul protein kompleks pembangun sel, tidak mungkin terbentuk dalam kondisi alamiah.
Protein adalah molekul raksasa yang terdiri dari satuan-satuan kecil yang disebut "asam amino" yang tersusun dalam urutan tertentu, dengan jumlah dan struktur tertentu. Molekul-molekul ini merupakan bahan pembangun sel hidup. Protein yang paling sederhana terdiri dari 50 asam amino, tetapi ada beberapa protein yang terdiri dari ribuan asam amino. Evolusionis menyatakan bahwa evolusi molekuler terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama, dan waktu yang sangat lama ini membuat hal yang mustahil dapat terjadi. Namun selama apa pun waktu diberikan, asam-asam amino tidak mungkin membentuk protein secara kebetulan. William Stokes, pakar geologi Amerika, mengakui kenyataan ini dalam bukunya Essentials of Earth History. Menurutnya kemungkinan ini begitu kecil sehingga "protein tidak akan terbentuk dalam miliaran tahun di miliaran planet, sekali-pun setiap planet diliputi hamparan larutan pekat asam amino yang diperlukan."
Jika satu protein saja mustahil terbentuk secara kebetulan, maka miliaran kali lebih mustahil bila sejuta protein ini bergabung secara kebetulan dan membentuk sebuah sel manusia lengkap. Lagipula, sebuah sel tidak sekadar tersusun dari timbunan protein. Selain protein, sel juga mengandung asam nukleat, karbohidrat, lipid, vitamin dan senyawa kimia lain seperti elektrolit. Secara struktur dan fungsi, semuanya tersusun dalam proporsi, keserasian dan desain yang spesifik. Ada satu hal penting yang harus diingat: jika satu tahap saja dari proses evolusi terbukti mustahil, cukup untuk membuktikan kesalahan dan ketidakabsahan teori secara keseluruhan. Contohnya, karena pembentukan protein secara coba-coba terbukti mustahil, maka seluruh pernyataan mengenai tahap proses evolusi selanjutnya juga terbantah.
Studi tentang awal kehidupan yang paling dihargai adalah Eksperimen Miller yang dilakukan oleh peneliti Amerika bernama Stanley Miller pada tahun 1953. (Eksperimen ini dikenal juga sebagai "Eksperimen Urey-Miller" karena kontribusi Harold Urey, instruktur Miller dari Universitas Chicago.)
Eksperimen Miller berusaha membuktikan bahwa asam amino dapat terbentuk dengan sendirinya dalam kondisi bumi purba. Namun, eksperimen ini tidak konsisten dalam sejumlah hal:
1. Dengan menggunakan mekanisme cold trap, Miller mengisolasi asam-asam amino dari lingkungannya segera setelah mereka terbentuk. Tentu saja mekanisme isolasi yang disengaja seperti ini tidak ada dalam kondisi bumi purba. Tanpa mekanisme seperti ini, kalaupun ada satu asam amino terbentuk, ia akan segera hancur.
2.Lingkungan atmosfir purba yang disimulasikan Miller dalam eksperimennya tidak realistis. Miller dan Urey meniru atmosfir bumi dahulu kala dengan campuran metan dan amonia. Menurut mereka, bumi merupakan campuran homogen dari logam, batuan dan es. Namun, dalam penelitian terakhir terungkap bahwa pada saat itu bumi sangat panas dan terbentuk dari nikel dan besi cair. Jadi, atmosfir kimiawi saat itu seharusnya didominasi nitrogen (N2), karbon dioksida (CO2) dan uap air (H20). Tetapi gas-gas ini bukan gas-gas yang tepat untuk mensintesis senyawa organik, seperti metan dan amonia.
3.Hal penting lain yang mengugurkan eksperimen Miller adalah bahwa atmosfir bumi mengandung cukup banyak oksigen untuk menghancurkan semua asam amino yang terbentuk.
4.Sintesis protein tidak mungkin terjadi di dalam air. Asam amino berikatan melalui "ikatan peptida" untuk membentuk protein. Dalam pembentukan ikatan ini satu molekul air dilepaskan. Fakta ini menyanggah penjelasan evolusionis bahwa kehidupan purba berawal di air. Menurut "Prinsip Le Châtelier" dalam kimia, suatu reaksi yang melepaskan air (reaksi kondensasi) tidak mungkin terjadi dalam lingkungan berair (hidrat). Reaksi seperti ini dalam lingkungan berair di-katakan "memiliki probabilitas paling kecil untuk terjadi dibandingkan reaksi-reaksi kimia lain. Di lain pihak, akan menjadi irasional bila evolusionis mengubah pikiran dan menyatakan bahwa kehidupan berawal di darat, karena satu-satunya lingkungan agar asam amino terlindung dari ultraviolet adalah lautan. Di darat, asam amino akan hancur oleh sinar ultraviolet.
ILMU TERMODINAMIKA MENYANGGAH EVOLUSI
Hukum II Termodinamika, yang dianggap sebagai salah satu hukum dasar ilmu fisika, menyatakan bahwa pada kondisi normal semua sistem yang dibiarkan tanpa gangguan cenderung menjadi tak teratur, terurai, dan rusak sejalan dengan waktu. Seluruh benda, hidup atau mati, akan aus, rusak, lapuk, terurai dan hancur. Akhir seperti ini mutlak akan dihadapi semua makhluk dengan caranya masing-masing dan menurut hukum ini, proses yang tak terelakkan ini tidak dapat dibalikkan. Teori evolusi adalah klaim yang diajukan dengan sepenuhnya mengabaikan Hukum Entropi. Mekanisme yang diajukannya benar-benar bertentangan dengan hukum dasar fisika ini. Teori evolusi menyatakan bahwa atom-atom dan molekul-molekul tidak hidup yang tak teratur dan tersebar, sejalan dengan waktu menyatu dengan spontan dalam urutan dan rencana tertentu membentuk molekul-molekul kompleks seperti protein, DNA dan RNA. Molekul-molekul ini lambat laun kemudian menghasilkan jutaan spesies makhluk hidup, bahkan dengan struktur yang lebih kompleks lagi. Menurut teori evolusi, pada kondisi normal, proses yang menghasilkan struktur yang lebih terencana, lebih teratur, lebih kompleks dan lebih terorganisir ini terbentuk dengan sendirinya pada tiap tahapnya dalam kondisi alamiah. Proses yang disebut alami ini jelas bertentangan dengan Hukum Entropi.
***
Setelah membaca rangkuman ini(tentunya bila Anda sabar membacanya..he3) apa kesimpulan Anda ?. Memang rangkuman ini tidak memuat informasi yang banyak dan mendetail, tapi cukup memaparkan pendapat teori penciptaan. Sekali lagi, pemahaman dan kepercayaan itu hak pribadi. Sama-sama kita saling bertukar pikiran dan berpikir terbuka. Mudah-mudahan bermanfaat tulisan ini..
Emosi dan Perempuan
Kutipan ini bukan bermaksud apa-apa, hanya sebagai bahan referensi dan mengenali diri. Maaf kalau menyinggung masalah gender atau sosial lainnya. Semoga bisa dipahami maksudnya dari berbagai sudut pandang agama,sosial,norma,dsb. No offense brother and sister.. v_(".")
"...Dalam otak manusia terdapat bagian yang disebut dengan sistem limbik, bagian pengatur hal-hal yang berkaitan dengan emosi, seperti mencintai, membenci, memaafkan, bersikap jujrdan adil, gembira, sedih, menggertak, mengerang, menunjukkan perasaan depresi, bersalah dan sebagainya. Keterikatan emosional tersebut dipengaruhi oleh mekanisme kimiawi.
Sistem limbik pada perempuan lebih besar daripada yang ada pada laki-laki. Sebab itulah wanita konon, lebih dominan sisi emosionalnya daripada rasionalnya jika dibanding laki-laki. Sebab itu pula, perempuan lebih cenderung mudah menderita secara kejiwaan daripada laki-laki. Sehingga menurut penelitian, jumlah perempuanyang berniat bunuh diri lebih banyak dari jumlah laki-laki. Namun, yang menarik bahwa jumlah laki-laki yang sukses melakukan bunuh diri 3 kali lebih besar dari jumlah perempuan. Dalam soal kekerasan, jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan.
Maka, perlu hati-hati bagi perempuan, baik yang sudah menikah atau yang masih lajang. Jangan mudah menjalin hubungan dengan laki-laki untuk sekadar pelarian, sekadar karena tidak mendapat kepuasan dari kekasihnya dan untuk senang-senang. Tanpa komitmen, just for fun. Adanya sistem limbik yang lebih besar dalam diri perempuan membuatnya mudah terikat secara emosional. Bagi laki-laki, mudah saja menjalin hubungan atau memutuskannya apalagi sejak mula sudah ada garis bahwa hubungan itu hanya senang-senang. Si laki-laki mudah pergi tanpa perasaan apa-apa, sementara si perempuan telah terikat emosinya dan tak mudah memutus begitu saja. Lalu, si perempuan pun akan merana untuk sekian lama. Mungkin saja hal itu juga dapat terjadi pada laki-laki, tapi barangkali dengan kadar yang lebih sedikit daripada perempuan.
..."
(Jalaluddin Rakhmat : Tafsir Kebahagiaan, dirangkum secukupnya)
Read More
"...Dalam otak manusia terdapat bagian yang disebut dengan sistem limbik, bagian pengatur hal-hal yang berkaitan dengan emosi, seperti mencintai, membenci, memaafkan, bersikap jujrdan adil, gembira, sedih, menggertak, mengerang, menunjukkan perasaan depresi, bersalah dan sebagainya. Keterikatan emosional tersebut dipengaruhi oleh mekanisme kimiawi.
Sistem limbik pada perempuan lebih besar daripada yang ada pada laki-laki. Sebab itulah wanita konon, lebih dominan sisi emosionalnya daripada rasionalnya jika dibanding laki-laki. Sebab itu pula, perempuan lebih cenderung mudah menderita secara kejiwaan daripada laki-laki. Sehingga menurut penelitian, jumlah perempuanyang berniat bunuh diri lebih banyak dari jumlah laki-laki. Namun, yang menarik bahwa jumlah laki-laki yang sukses melakukan bunuh diri 3 kali lebih besar dari jumlah perempuan. Dalam soal kekerasan, jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan.
Maka, perlu hati-hati bagi perempuan, baik yang sudah menikah atau yang masih lajang. Jangan mudah menjalin hubungan dengan laki-laki untuk sekadar pelarian, sekadar karena tidak mendapat kepuasan dari kekasihnya dan untuk senang-senang. Tanpa komitmen, just for fun. Adanya sistem limbik yang lebih besar dalam diri perempuan membuatnya mudah terikat secara emosional. Bagi laki-laki, mudah saja menjalin hubungan atau memutuskannya apalagi sejak mula sudah ada garis bahwa hubungan itu hanya senang-senang. Si laki-laki mudah pergi tanpa perasaan apa-apa, sementara si perempuan telah terikat emosinya dan tak mudah memutus begitu saja. Lalu, si perempuan pun akan merana untuk sekian lama. Mungkin saja hal itu juga dapat terjadi pada laki-laki, tapi barangkali dengan kadar yang lebih sedikit daripada perempuan.
..."
(Jalaluddin Rakhmat : Tafsir Kebahagiaan, dirangkum secukupnya)
Cinta di Hati
Sungguh manusia adalah makhluk yang sempurna. Manusia diberi akal, yang membuat dia berbeda dari makhluk lain. Mampu berpikir, untuk memilih dari fakta-fakta yang terhampar di hadapannya. Namun dari akal itu, manusia memiliki 'satu' yang paling berharga. Yaitu 'hati'. Satu bentuk yang kita yakini ada dalam diri manusia, tapi eksistensinya hanya bisa diraba secara transenden. 'Hati' pula yang membuat manusia semakin paripurna, kelengkapan akal secara lahiriah ditopang dengan kehandalan manajemen rohani dengan 'hati' serta nurani.
'Hati' itu kecil kawan, apa yang kau rasa hanya bertahan sementara di 'hati'mu. Sangat mudah 'hati' terkontaminasi substansi dari luar dirimu. Wadah yang ada di 'hati'mu tak cukup untuk menampung semua bentuk yang mencoba menelusup ke dalamnya. Cinta merupakan salah satu partikel yang sering hinggap di 'hati'mu. Para pujangga sepakat bahwa cinta ada di'hati'. Kedahsyatan cinta itu menelurkan jutaan inspirasi. Ia tak nampak mata namun mempengaruhi akalmu, itulah yang terjadi bila 'hati'mu dikendarai suatu hal. Meminjam perkataan sang sufi tentang CINTA, "Cinta mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Cinta yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang dan membangkitkan kematian menjadi kehidupan. Inilah kekuatan CINTA".
Cinta itu menjadi bagian penting kehidupan manusia. Suatu ketika seseorang dihinggapi cinta kepada lawan jenis, atas dasar justifikasi karena Allah. Toh, selama tidak mengikuti trend pergaulan di zaman ini, begitu yang kudapat jawabannya. Tapi apa yang terjadi ketika orang yang dicinta ditimpa musibah. Ia akan ikut resah, atas nama sifat kemanusiaan. Namun ketika ada noktah hitam di tengah hubungan langgeng, maka mereka bersitegang, atau mencurahkan nestapa di bawah panji cinta. Di saat Allah menguji cinta mereka tersebut, memisahkan mereka, sering manusia berteriak sombong dan hendak melawan takdir. Tak jarang mereka kalut, sedih dan kehilangan semangat hidup. Pun tak jarang seseorang yang telah dianugerahi sebuah ikatan suci cinta, kemudian lalai kepada Sang Pemilik cinta. Cinta kepada Allah menjadi perkara remeh, bukan tujuan cintanya kepada manusia. Padahal mereka rela 'mendaki' jalan terjal untuk menggapai cinta pada manusia, tapi untuk membuktikan cinta pada Allah dalam hitungan menit saja terasa berat.
Allah memberi satu 'hati' untuk manusia menautkan cintanya. Cinta itu mengisi penuh ruang 'hati'mu yang sempit, maka tak ada ruang lagi untuk cinta yang lain. Demikian juga bila 'hati' terisi cinta pada manusia, maka tak ada tempat lagi bagi cinta kepada Allah kecuali cinta manusia itu dalam ikatan ibadah yang suci. Amat merugi manusia yang dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk. Cinta pada Allah memberikan ekstensi ruang di 'hati'mu. Begitu lapangnya 'hati'mu, cinta yang tak mengharap imbalan, hanya sebuah keridhaan. Cinta yang tak mencari 'surga', tetapi kasih sayang meski harus di 'neraka'. Hanya Allah satu-satunya yang dicinta. Berbagai jenis cinta dapat tertampung dalam koridor cinta pada Allah dan dari-Nya di 'hati'mu. Cinta pada Allah tak akan membuat 'hati' menjadi buta, justru himpunan cinta bermuara dari cinta pada Allah.
Cinta pada Allah, pasti akan di uji oleh-Nya, untuk menaikkan level diri kita di hadapan-Nya. Namun sering kita gagal dalam trial tersebut, disebabkan secuil musibah yang menimpa kita. Yakinlah kawan, kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang Allah. Belaian-Nya tak selamanya lembut bagi kita, tapi itulah tarbiyah yang hendak diberikan pada kita. Agar kita sadar bahwa kita lemah, kita hanya mampu atas izin-Nya lah. Meminjam istilah Letto, "...sedihku ini tak ada arti, bila Kau lah sandaran 'hati'". Menggapai cinta Sang Pemilik cinta, maka cinta makhluk-Nya, dunia-Nya akan kita raih, InsyaAllah.
"Jika di sana ada Dzat yang lebih pantas untuk dicinta. Buat apa kita membakarnya dalam nafsu angkara murka. Jika di sana ada pemilik cinta, buat apa kita menjajakannya kepada yang binasa". Renungilah...
, terimakasih pada saudara muslim Zahrul B.M. Daud atas nasehatnya.
Read More
'Hati' itu kecil kawan, apa yang kau rasa hanya bertahan sementara di 'hati'mu. Sangat mudah 'hati' terkontaminasi substansi dari luar dirimu. Wadah yang ada di 'hati'mu tak cukup untuk menampung semua bentuk yang mencoba menelusup ke dalamnya. Cinta merupakan salah satu partikel yang sering hinggap di 'hati'mu. Para pujangga sepakat bahwa cinta ada di'hati'. Kedahsyatan cinta itu menelurkan jutaan inspirasi. Ia tak nampak mata namun mempengaruhi akalmu, itulah yang terjadi bila 'hati'mu dikendarai suatu hal. Meminjam perkataan sang sufi tentang CINTA, "Cinta mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Cinta yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang dan membangkitkan kematian menjadi kehidupan. Inilah kekuatan CINTA".
Cinta itu menjadi bagian penting kehidupan manusia. Suatu ketika seseorang dihinggapi cinta kepada lawan jenis, atas dasar justifikasi karena Allah. Toh, selama tidak mengikuti trend pergaulan di zaman ini, begitu yang kudapat jawabannya. Tapi apa yang terjadi ketika orang yang dicinta ditimpa musibah. Ia akan ikut resah, atas nama sifat kemanusiaan. Namun ketika ada noktah hitam di tengah hubungan langgeng, maka mereka bersitegang, atau mencurahkan nestapa di bawah panji cinta. Di saat Allah menguji cinta mereka tersebut, memisahkan mereka, sering manusia berteriak sombong dan hendak melawan takdir. Tak jarang mereka kalut, sedih dan kehilangan semangat hidup. Pun tak jarang seseorang yang telah dianugerahi sebuah ikatan suci cinta, kemudian lalai kepada Sang Pemilik cinta. Cinta kepada Allah menjadi perkara remeh, bukan tujuan cintanya kepada manusia. Padahal mereka rela 'mendaki' jalan terjal untuk menggapai cinta pada manusia, tapi untuk membuktikan cinta pada Allah dalam hitungan menit saja terasa berat.
Allah memberi satu 'hati' untuk manusia menautkan cintanya. Cinta itu mengisi penuh ruang 'hati'mu yang sempit, maka tak ada ruang lagi untuk cinta yang lain. Demikian juga bila 'hati' terisi cinta pada manusia, maka tak ada tempat lagi bagi cinta kepada Allah kecuali cinta manusia itu dalam ikatan ibadah yang suci. Amat merugi manusia yang dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk. Cinta pada Allah memberikan ekstensi ruang di 'hati'mu. Begitu lapangnya 'hati'mu, cinta yang tak mengharap imbalan, hanya sebuah keridhaan. Cinta yang tak mencari 'surga', tetapi kasih sayang meski harus di 'neraka'. Hanya Allah satu-satunya yang dicinta. Berbagai jenis cinta dapat tertampung dalam koridor cinta pada Allah dan dari-Nya di 'hati'mu. Cinta pada Allah tak akan membuat 'hati' menjadi buta, justru himpunan cinta bermuara dari cinta pada Allah.
Cinta pada Allah, pasti akan di uji oleh-Nya, untuk menaikkan level diri kita di hadapan-Nya. Namun sering kita gagal dalam trial tersebut, disebabkan secuil musibah yang menimpa kita. Yakinlah kawan, kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang Allah. Belaian-Nya tak selamanya lembut bagi kita, tapi itulah tarbiyah yang hendak diberikan pada kita. Agar kita sadar bahwa kita lemah, kita hanya mampu atas izin-Nya lah. Meminjam istilah Letto, "...sedihku ini tak ada arti, bila Kau lah sandaran 'hati'". Menggapai cinta Sang Pemilik cinta, maka cinta makhluk-Nya, dunia-Nya akan kita raih, InsyaAllah.
"Jika di sana ada Dzat yang lebih pantas untuk dicinta. Buat apa kita membakarnya dalam nafsu angkara murka. Jika di sana ada pemilik cinta, buat apa kita menjajakannya kepada yang binasa". Renungilah...
, terimakasih pada saudara muslim Zahrul B.M. Daud atas nasehatnya.
12/02/2010
Sistem Pemerintahan Islam (KHILAFAH)
Sebelumnya kita telah mengetahui 3 aspek dasar dalam politik Islam, lihat ini, sekarang saya coba membahas mengenai aplikasinya dalam kekhalifahan. Yang belum mengetahui 3 aspek itu, lebih baik membaca tulisan saya 'Sistem Politik Islam'. Sekali lagi tulisan ini saya buat berdasarkan pemikiran saya dari buku-buku yang saya baca. Jadi sebelumnya mohon maaf kalau ada yang kurang atau mungkin keliru. Tujuan saya adalah membagi ilmu dan saling mengingatkan, serta meningkatkan kualitas diri masing-masing.
Okelah kalau begitu, telah jelas bahwa dalam khilafah tidak ada individu, dinasti, atau kelas yang bisa disebut khalifah, kecuali dengan persyaratan bahwa wewenang khilafah dipegang oleh seluruh rakyat yang bersedia memenuhi persyaratan 'perwakilan' (khilafah) setelah mereka menerima prinsip-prinsip Tauhid dan Risalah. Masyarakat seperti ini secara keseluruhan memikul tanggung jawab khilafah dan setiap inidividu memiliki hak dan tanggungjawab sebagai khalifah Tuhan. Setiap orang dalam masyarakat ini sederajat kedudukannya, tidak ada yang dapat merampas hak-hak dan kekuasaan itu. Lembaga dan wewenang negara merupakan extension (pelimpahan) dari wewenang individu-individu masyarakat. Siapapun yang memperoleh kepercayaan masyarakat atau dibaiat masyarakat akan menjadi pelaksana kewajiban-kewajiban kekhalifahan atas nama rakyat. Dalam hal ini Islam sangat 'demokratis', bahkan kekhalifahan itu lebih sempurna dari demokrasi. Hukum-hukumnya jelas berasal dari Tuhan, bukan akal manusia. Perbedaan lainnya dengan Demokrasi Barat ialah kedaulatan demokrasi ada di tangan rakyat, sedangkan kedaulatan dalam khilafah hanya berada pada tangan Allah dan manusia hanya perwakilannya di bumi. Dalam Demokrasi, hukum-hukum diciptakan oleh manusia itu sendiri sedangkan dalam khilafah masyarakat harus tunduk pada hukum-hukum Allah (syari'at) yang disampaikan melalui Rasulullah. Dalam Demokrasi Barat, pemerintah memenuhi kehendak rakyat; sedangkan kekhalifahan, pemerintah dan rakyat yang membentuk pemerintahan dimana tujuannya memenuhi kehendak dan tujuan Tuhan. Singkatnya Demokrasi Barat adalah semacam wewenang mutlak untuk memenuhi kebutuhan sendiri dengan cara bebas dan tak terkontrol. Dalam kekhalifahan adalah kepatuhan kepada hukum Tuhan dan melaksananakannya dalam wewenang sesuai perintah Tuhan dan dalam batas-batas yang digariskan oleh-Nya. ”Hendaklah kamu menetapkan hukum diantara mereka berdasarkan apa yang diturunkan Allah” (QS. Al Maidah [5]: 49)
Bertolak dari 3 aspek dasar politik Islam serta sistem khilafah, maka tujuan pemerintahan akan kita bahas lebih lanjut. Secara gamblang tujuan sistem Islam adalah menegakkan serta memelihara kebajikan-kebajikan yang dikehendak Sang Pencipta. Sistem Islam / pemerintahan Islam tidak hanya untuk administrasi politik saja, tidak pula untuk tujuan kolektif suatu bangsa. Islam menyuguhkan ideologi untuk mengembangkan sifat-sifat kesucian dan kesejahteraan dan mencegah eksploitasi ketidakadilan dan kekacauan. Islam menggariskan kebijaksanaan yang tak bisa diubah oleh pemerintahan. Pemerintahan dalam bagaiamanapun juga tidak boleh membiarkan penipuan dan ketidakadilan dalam alasan politik sekalipun kepentingan bersama. Pemerintah menjunjung tinggi prinsip kebenaran yang hakiki. Kejujuran dan keadilan harus didahulukan dibanding pemikiran material. Individu dan negara memiliki kewajiban yang sama untuk memenuhi kehendak Tuhan. Memandang kekuasaan sebagai amanat dari Allah dan menggunakannya dengan keyakinan bahwa kelak akan dipertanggungjawabkan kepada Allah di akhirat. “Jika kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menghukum dengan adil (QS. An Nisa’[4]: 58)
Ada wacana bahwa Sistem Islam seperti ini membatasi bahkan mengekang hak-hak manusia, itu adalah tidak benar. Berikut akan dijelaskan singkat mengenai hak-hak itu. Penjelasan lebih lanjut mungkin dalam kesempatan lain (hehehe). Islam telah menetapkan beberapa hak dasar bagi manusia yang harus dihormati dan ditegakkan dalam situasi apapun. Darah manusia adalah suci dalam keadaan bagaimanapun juga dan tidak boleh ditumpahkan tanpa justifikasi. Kesucian wanita harus dijunjung tinggi, mereka yang kelaparan harus diberi makan, mereka yang telanjang diberi pakaian, mereka yang sakit harus dirawat tanpa memandang apakah mereka termasuk masyarakat Islam ataupun pihak asing. Inilah beberapa hak dasar manusia yang diperoleh dari Allah dan dinikmatinya dalam konstitusi Islam. Bahkan kewarganegaraan Islam tak terbatas pada wilayah, atau kelahiran. Setiap umat Islam adalah keluarga dalam naungan konstitusi Islam. Setiap Muslim memiliki hak tersebut tanpa memandang ras, maupun kelas sosialnya.
Islam juga menetapkan hak-hak tertentu pada pihak non-Muslim atau dzimmi (mereka yang terikat perjanjian). Sistem Islam memfasilitasi dengan mereka membuat perjanjian dan menjamin perlindungan mereka. Hidup, harta benda dan kehormatan mereka harus dilindungi dan dihormati sebagaimana hak seorang Muslim. Pemerintahan Islam tidak ikut campur masalah pribadi kaum dzimmi. Misal dalam pelaksanaan ibadah mereka. Mereka juga mempunyai hak mengkritik pemerintahan dalam adab kesopanan yang berlaku. Hak-hak tersebut termasuk hak sipil tidak bisa dirampas dari kaum dzimmi kecuali mereka memutuskan perjanjian tersebut dengan pemerintah Islam. Tidak ada penindasan terhadap non-Muslim, pemerintah tidak boleh menumpahkan darah seorang dzimmi secara tidak adil.
Berikut penjelasan singkat mengenai administrasi sistem Islam. Tanggungjawab pengelolaan adminstratif pemerintahan berada di tangan seorang pemimpin ('amir). Kualifikasi dasar seoran 'amir adalah ia harus mendapat kepercayaan rakyat dan dibaiat oleh rakyat. Dia juga harus memahami ruh/semangat Islam dan bertaqwa pada Allah. Singkatnya ia harus orang yang saleh dan cakap dalam urusan pemerintahan. Sebuah dean penasehat (syura) juga harus dibentuk untuk membantu dan memberi bimbingan kepada 'amir dalam menjalankan tugasnya. Fungsi legislatif dipegan oleh 'amir dengan keputusannya berdasar dari nasehat dewan syura ini. 'Amir dapat menduduki jabatannya selama ia masih mendapat kepercayaan dari rakyat. 'Amir menjalankan pemerintahan berkonsultasi dengan dewan syura dan dalam batas-batas syariat. Setiap warga negara berhak mengkritik 'Amir. Legislasi dalam sistem Islam juga dibatasi oleh syariat dan tak ada keputusan yang boleh membuat keputusan yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah. Dengan demikian harus terdapat ahli dalam sub-dewan syura yang memberi nasehat pada 'Amir dalam hal legislatif. Keputusan legislatif 'Amir hanya kita yakini dalam hal 'badaniyah', bukan 'ruhuniyah' karena ruhnya tetap syariat Islam. Lalu kekuasaan yudikatif memperoleh wewenangnya langsung dari syariat, dan bertanggung jawab kepada Allah. Hakim-hakim dipilih oleh pemerintah namun sekali telah didaulat menjadi hakim maka harus mematuhi hukum-hukum Allah dalam pengambilan keputusannya dengan cara tidak memihak. Baik rakyat maupun pejabat pemerintahan tunduk pada hukum yang sama dan berada dalam pandangan hukum yang sama tanpa keistimewaan khusus. Islam adalah persamaan hak dan akan selalu berpegang pada prinsip ini dalam masalah sosial, ekonomi maupun politik. InsyaAllah saya akan mencoba membahas hak asasi manusia dalam Islam pada kesempatan nanti, dari buku-buku yang saya baca.
Read More
Okelah kalau begitu, telah jelas bahwa dalam khilafah tidak ada individu, dinasti, atau kelas yang bisa disebut khalifah, kecuali dengan persyaratan bahwa wewenang khilafah dipegang oleh seluruh rakyat yang bersedia memenuhi persyaratan 'perwakilan' (khilafah) setelah mereka menerima prinsip-prinsip Tauhid dan Risalah. Masyarakat seperti ini secara keseluruhan memikul tanggung jawab khilafah dan setiap inidividu memiliki hak dan tanggungjawab sebagai khalifah Tuhan. Setiap orang dalam masyarakat ini sederajat kedudukannya, tidak ada yang dapat merampas hak-hak dan kekuasaan itu. Lembaga dan wewenang negara merupakan extension (pelimpahan) dari wewenang individu-individu masyarakat. Siapapun yang memperoleh kepercayaan masyarakat atau dibaiat masyarakat akan menjadi pelaksana kewajiban-kewajiban kekhalifahan atas nama rakyat. Dalam hal ini Islam sangat 'demokratis', bahkan kekhalifahan itu lebih sempurna dari demokrasi. Hukum-hukumnya jelas berasal dari Tuhan, bukan akal manusia. Perbedaan lainnya dengan Demokrasi Barat ialah kedaulatan demokrasi ada di tangan rakyat, sedangkan kedaulatan dalam khilafah hanya berada pada tangan Allah dan manusia hanya perwakilannya di bumi. Dalam Demokrasi, hukum-hukum diciptakan oleh manusia itu sendiri sedangkan dalam khilafah masyarakat harus tunduk pada hukum-hukum Allah (syari'at) yang disampaikan melalui Rasulullah. Dalam Demokrasi Barat, pemerintah memenuhi kehendak rakyat; sedangkan kekhalifahan, pemerintah dan rakyat yang membentuk pemerintahan dimana tujuannya memenuhi kehendak dan tujuan Tuhan. Singkatnya Demokrasi Barat adalah semacam wewenang mutlak untuk memenuhi kebutuhan sendiri dengan cara bebas dan tak terkontrol. Dalam kekhalifahan adalah kepatuhan kepada hukum Tuhan dan melaksananakannya dalam wewenang sesuai perintah Tuhan dan dalam batas-batas yang digariskan oleh-Nya. ”Hendaklah kamu menetapkan hukum diantara mereka berdasarkan apa yang diturunkan Allah” (QS. Al Maidah [5]: 49)
Bertolak dari 3 aspek dasar politik Islam serta sistem khilafah, maka tujuan pemerintahan akan kita bahas lebih lanjut. Secara gamblang tujuan sistem Islam adalah menegakkan serta memelihara kebajikan-kebajikan yang dikehendak Sang Pencipta. Sistem Islam / pemerintahan Islam tidak hanya untuk administrasi politik saja, tidak pula untuk tujuan kolektif suatu bangsa. Islam menyuguhkan ideologi untuk mengembangkan sifat-sifat kesucian dan kesejahteraan dan mencegah eksploitasi ketidakadilan dan kekacauan. Islam menggariskan kebijaksanaan yang tak bisa diubah oleh pemerintahan. Pemerintahan dalam bagaiamanapun juga tidak boleh membiarkan penipuan dan ketidakadilan dalam alasan politik sekalipun kepentingan bersama. Pemerintah menjunjung tinggi prinsip kebenaran yang hakiki. Kejujuran dan keadilan harus didahulukan dibanding pemikiran material. Individu dan negara memiliki kewajiban yang sama untuk memenuhi kehendak Tuhan. Memandang kekuasaan sebagai amanat dari Allah dan menggunakannya dengan keyakinan bahwa kelak akan dipertanggungjawabkan kepada Allah di akhirat. “Jika kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menghukum dengan adil (QS. An Nisa’[4]: 58)
Ada wacana bahwa Sistem Islam seperti ini membatasi bahkan mengekang hak-hak manusia, itu adalah tidak benar. Berikut akan dijelaskan singkat mengenai hak-hak itu. Penjelasan lebih lanjut mungkin dalam kesempatan lain (hehehe). Islam telah menetapkan beberapa hak dasar bagi manusia yang harus dihormati dan ditegakkan dalam situasi apapun. Darah manusia adalah suci dalam keadaan bagaimanapun juga dan tidak boleh ditumpahkan tanpa justifikasi. Kesucian wanita harus dijunjung tinggi, mereka yang kelaparan harus diberi makan, mereka yang telanjang diberi pakaian, mereka yang sakit harus dirawat tanpa memandang apakah mereka termasuk masyarakat Islam ataupun pihak asing. Inilah beberapa hak dasar manusia yang diperoleh dari Allah dan dinikmatinya dalam konstitusi Islam. Bahkan kewarganegaraan Islam tak terbatas pada wilayah, atau kelahiran. Setiap umat Islam adalah keluarga dalam naungan konstitusi Islam. Setiap Muslim memiliki hak tersebut tanpa memandang ras, maupun kelas sosialnya.
Islam juga menetapkan hak-hak tertentu pada pihak non-Muslim atau dzimmi (mereka yang terikat perjanjian). Sistem Islam memfasilitasi dengan mereka membuat perjanjian dan menjamin perlindungan mereka. Hidup, harta benda dan kehormatan mereka harus dilindungi dan dihormati sebagaimana hak seorang Muslim. Pemerintahan Islam tidak ikut campur masalah pribadi kaum dzimmi. Misal dalam pelaksanaan ibadah mereka. Mereka juga mempunyai hak mengkritik pemerintahan dalam adab kesopanan yang berlaku. Hak-hak tersebut termasuk hak sipil tidak bisa dirampas dari kaum dzimmi kecuali mereka memutuskan perjanjian tersebut dengan pemerintah Islam. Tidak ada penindasan terhadap non-Muslim, pemerintah tidak boleh menumpahkan darah seorang dzimmi secara tidak adil.
Berikut penjelasan singkat mengenai administrasi sistem Islam. Tanggungjawab pengelolaan adminstratif pemerintahan berada di tangan seorang pemimpin ('amir). Kualifikasi dasar seoran 'amir adalah ia harus mendapat kepercayaan rakyat dan dibaiat oleh rakyat. Dia juga harus memahami ruh/semangat Islam dan bertaqwa pada Allah. Singkatnya ia harus orang yang saleh dan cakap dalam urusan pemerintahan. Sebuah dean penasehat (syura) juga harus dibentuk untuk membantu dan memberi bimbingan kepada 'amir dalam menjalankan tugasnya. Fungsi legislatif dipegan oleh 'amir dengan keputusannya berdasar dari nasehat dewan syura ini. 'Amir dapat menduduki jabatannya selama ia masih mendapat kepercayaan dari rakyat. 'Amir menjalankan pemerintahan berkonsultasi dengan dewan syura dan dalam batas-batas syariat. Setiap warga negara berhak mengkritik 'Amir. Legislasi dalam sistem Islam juga dibatasi oleh syariat dan tak ada keputusan yang boleh membuat keputusan yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah. Dengan demikian harus terdapat ahli dalam sub-dewan syura yang memberi nasehat pada 'Amir dalam hal legislatif. Keputusan legislatif 'Amir hanya kita yakini dalam hal 'badaniyah', bukan 'ruhuniyah' karena ruhnya tetap syariat Islam. Lalu kekuasaan yudikatif memperoleh wewenangnya langsung dari syariat, dan bertanggung jawab kepada Allah. Hakim-hakim dipilih oleh pemerintah namun sekali telah didaulat menjadi hakim maka harus mematuhi hukum-hukum Allah dalam pengambilan keputusannya dengan cara tidak memihak. Baik rakyat maupun pejabat pemerintahan tunduk pada hukum yang sama dan berada dalam pandangan hukum yang sama tanpa keistimewaan khusus. Islam adalah persamaan hak dan akan selalu berpegang pada prinsip ini dalam masalah sosial, ekonomi maupun politik. InsyaAllah saya akan mencoba membahas hak asasi manusia dalam Islam pada kesempatan nanti, dari buku-buku yang saya baca.
Sistem Politik Islam
Sebelumnya saya tidak ingin bertindak sok tahu dan ini hanya tulisan saya pada saat saya banyak membaca tulisan serupa, khilafah. Saya hanya merangkum apa yang ada di pikiran saya saja atas buku-buku yang saya baca.
Sistem politik Islam didasarkan pada tiga prinsip, yaitu Tauhid , Risalah, dan Khilafah. Ok, tanpa memahami ketiga ini maka sulit bagi kita memahami aspek dari politik Islam. Dalam tulisan ini saya coba membahasnya secara singkat.
Tauhid berarti bahwa hanya Allah sajalah yang diakui sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Pemilik alam semesta dan segala isinya. Penyembahan dan kepatuhan hanya boleh ditujukan pada-Nya saja. Kekuasaan segala sesuatu yang ada di dunia ini dan juga segala sesuatu itu sendiri tak ada yang kita peroleh atas hak kita sendiri. Semua itu adalah anugerah Allah semata. Jadi bukanlah hak kita untuk memutuskan batas-batas wewenang dunia kita, juga buknalah hak orang lain untuk menetapkan itu. Hak tersebut hanya pada Allah saja, yang telah memberi kita akal pikiran untuk menelaah itu semua. Prinsip Tauhid sama sekali menghapuskan konsep kedaulatan hukum dan politik yang berada di tangan manusia, kerajaan maupun ras yang mengangkat kedudukan dirinya ke atas wewenang itu. Hanya Allah saja yang berhak menjadi penguasa dan perintah-perintah-Nya adalah hukum yang harus dijalankan dalam Islam.
Media yang menyampaikan hukum Allah tersebut kepada kita adalah risalah (kerasulan). Kita telah menerima dua hal dari ini. Pertama adalah Al-Qur'an, dimana Allah menyatakan hukum-hukumnya. Kedua, yaitu sunnah merupakan penerapan hukum Allah oleh Rasulullah melalui ucapan, tindakannya. Dalam prinsip-prinsip pokok diatas, semuanya telah dinyatakan dalam kitab Allah. Selanjutnya Rasulullah sesuai ketentuan itu, telah menciptakan sistem kehidupan Islam dengan secara praktis menerapkan hukum Allah tersebut dan memberikan perincian yang diperlukan. Kombinasi kedua bentuk ini, dalam terminologi Islam disebut syari'ah. "...Dan apa saja yang dibawa oleh Rasul untukmu, maka ambillah, dan apa saja yang dilarangnya, maka tinggalkanlah..." (QS. Al Hasyr [59]: 7)
Baik, selanjutnya kita bahas tentang khilafah yang berarti 'perwakilan'. Menurut Islam, kedudukan manusia sebenarnya adalah sebagai wakil Allah di bumi ini. Artinya, kekuasaan yang dilimpahkan Tuhan untuk manusia adalah menjalankan wewenang atas dunia dalam batas-batas yang ditentukan oleh-Nya. Saya beri analogi seperti ini, misal anda memiliki sebidang tanah di mana anda menunjuk seseorang untuk merawatnya atas nama anda. Anda menetapkan 4 persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama, hak milik tanah tersebut tetap atas nama anda. Kedua, dalam mengurus tanah tersebut dia harus bertindak sesuai perintah-perintah anda. Ketiga, dia menjalankan wewenang atas tanah tersebut dalam batas-batas yang telah anda tetapkan. Keempat, dalam melaksanakan amanat itu ia hanya boleh melaksananakan kehendak anda bukan atas tujuan dirinya sendiri. Itulah yang saya gambarkkan 'perwakilan', inilah juga yang ada dalam konsep khilafah dimana Allah lah Pemilik dunia ini. Negara yang didirikan dan dikelola sesuai teori politik ini akan merupakan kekhalifahan yang bernaung dalam wewenang Tuhan dan wajib melaksanakan kehendak Tuhan dan memenuhi tujuan yang ditetapkan oleh-Nya, dengan mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya.
Itulah gambaran singkat pemahaman khilafah, dari buku-buku yang pernah saya baca.
Read More
Sistem politik Islam didasarkan pada tiga prinsip, yaitu Tauhid , Risalah, dan Khilafah. Ok, tanpa memahami ketiga ini maka sulit bagi kita memahami aspek dari politik Islam. Dalam tulisan ini saya coba membahasnya secara singkat.
Tauhid berarti bahwa hanya Allah sajalah yang diakui sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Pemilik alam semesta dan segala isinya. Penyembahan dan kepatuhan hanya boleh ditujukan pada-Nya saja. Kekuasaan segala sesuatu yang ada di dunia ini dan juga segala sesuatu itu sendiri tak ada yang kita peroleh atas hak kita sendiri. Semua itu adalah anugerah Allah semata. Jadi bukanlah hak kita untuk memutuskan batas-batas wewenang dunia kita, juga buknalah hak orang lain untuk menetapkan itu. Hak tersebut hanya pada Allah saja, yang telah memberi kita akal pikiran untuk menelaah itu semua. Prinsip Tauhid sama sekali menghapuskan konsep kedaulatan hukum dan politik yang berada di tangan manusia, kerajaan maupun ras yang mengangkat kedudukan dirinya ke atas wewenang itu. Hanya Allah saja yang berhak menjadi penguasa dan perintah-perintah-Nya adalah hukum yang harus dijalankan dalam Islam.
Media yang menyampaikan hukum Allah tersebut kepada kita adalah risalah (kerasulan). Kita telah menerima dua hal dari ini. Pertama adalah Al-Qur'an, dimana Allah menyatakan hukum-hukumnya. Kedua, yaitu sunnah merupakan penerapan hukum Allah oleh Rasulullah melalui ucapan, tindakannya. Dalam prinsip-prinsip pokok diatas, semuanya telah dinyatakan dalam kitab Allah. Selanjutnya Rasulullah sesuai ketentuan itu, telah menciptakan sistem kehidupan Islam dengan secara praktis menerapkan hukum Allah tersebut dan memberikan perincian yang diperlukan. Kombinasi kedua bentuk ini, dalam terminologi Islam disebut syari'ah. "...Dan apa saja yang dibawa oleh Rasul untukmu, maka ambillah, dan apa saja yang dilarangnya, maka tinggalkanlah..." (QS. Al Hasyr [59]: 7)
Baik, selanjutnya kita bahas tentang khilafah yang berarti 'perwakilan'. Menurut Islam, kedudukan manusia sebenarnya adalah sebagai wakil Allah di bumi ini. Artinya, kekuasaan yang dilimpahkan Tuhan untuk manusia adalah menjalankan wewenang atas dunia dalam batas-batas yang ditentukan oleh-Nya. Saya beri analogi seperti ini, misal anda memiliki sebidang tanah di mana anda menunjuk seseorang untuk merawatnya atas nama anda. Anda menetapkan 4 persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama, hak milik tanah tersebut tetap atas nama anda. Kedua, dalam mengurus tanah tersebut dia harus bertindak sesuai perintah-perintah anda. Ketiga, dia menjalankan wewenang atas tanah tersebut dalam batas-batas yang telah anda tetapkan. Keempat, dalam melaksanakan amanat itu ia hanya boleh melaksananakan kehendak anda bukan atas tujuan dirinya sendiri. Itulah yang saya gambarkkan 'perwakilan', inilah juga yang ada dalam konsep khilafah dimana Allah lah Pemilik dunia ini. Negara yang didirikan dan dikelola sesuai teori politik ini akan merupakan kekhalifahan yang bernaung dalam wewenang Tuhan dan wajib melaksanakan kehendak Tuhan dan memenuhi tujuan yang ditetapkan oleh-Nya, dengan mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya.
Itulah gambaran singkat pemahaman khilafah, dari buku-buku yang pernah saya baca.
05/02/2010
Do'a Renungan
DO'A RENUNGAN
Wahai Tuhan maha pemilik segala kepastian
Wahai Tuhan maha penampung segala kemungkinan
Engkau himpun kami semua di ruangan ini
Untuk mengupacarai keindahanMu
Kami menempuh jalan yang berbeda-beda
Namun ujung perjalanan kami semua adalah rumahMu
Hidup kami belum baik, dan jauh benar
Tak ada di antara kami yang alim atau saleh
Tapi kami semua adalah pecinta keindahanMu
Wahai Tuhan Maha Perupa
Yang menggambar jagat raya
Mozaik estetika yang tak terkejar
Oleh imajinasi hambaMu yang hina
Yang menghamparkan alam semesta
Dengan detail keindahan
Yang hampir seluruhnya tak kasat mata manusia
Yang menorehkan padanya milyaran hologram
Yang bernama ummat manusia
Wahai Tuhan alMushawwir
Maha Perupa Agung
Yang wajahMu tak terlukiskan
Oleh jari-jari kerdil kebudayaan
Yang keindahanMu tak tersentuh oleh mimpi
Yang cahayaMu menjilat gairah kami
Sampai jiwa tenggelam dan kami sirna diri
Menjelma jadi patung-patung berjalan
Mencari roh yang dulu Kau tiupkan
Wahai Tuhan maha wajah yang tak terlukiskan
Wahai Tuhan sosok agung yang tak tergambarkan
Inilah karya-karya kami
Replikasi amat sederhana
Dari wujudMu sendiri
Inilah titik, garis, warna dan nuansa
Yang meniru kelebatan keindahanMu sendiri
Mohon terimalah di pangkuanMu
Sentuhlah dengan magi ujung jariMu
Wahai Tuhan yang maha berdiri sendiri
Wahai Tuhan yang mandiri sejati
Titik-titik ini berasal dariMu sendiri
Garis-garis ini pasti torehanMu sendiri
Warna-warna ini niscaya milikMu sendiri
Dan nuansa ini tak lain adalah ekpressi cintaMu sendiri
Adanya semua kami, hanya karena Engkau cintai
Maka terimalah karya-karya ini
Sebagai ungkapan sujud sembahyang kami
Wahai Tuhan maha pecinta
Yang mempersilangkan ada dengan tiada
Yang memperjodohkan waktu dengan ruangnya
Yang menghimpun kembali seluruh cinta
Nun di luar sana megah berdiri
Gedung-gedung politik dan teknologi
Yang dari jasad dan kuasaMu mereka juga mereplikasi
Menjadi cangkul, roda, logika Boolean dan Fuzzy
Belajar meniruMu sebagaimana kami
Politik mereplikasi kekuatan dan kekuasaanMu
Teknologi mengimitasi kebesaran dan kegagahanMu
Industri menerapkan keluasan dan ekspansiMu
Nuansa dan kelembutan tak tersentuh oleh tangan mereka
Cinta dan kerinduan tak tersentuh oleh fikiran mereka
Sedih dan bahagia tidak kompatibel dengan sistem mereka
Sehingga karya-karya kami sesungguhnya dianggap tak ada
Kecuali diletakkan di pinggiran pasar konglomerasi mereka
Sebagai aksesori marjinal dan sekedar pelengkap penderita
Wahai Tuhan yang menciptakan manusia
Sebagai masterpiece di antara makhluk-makhluk lainnya
Tidak ada karya kecuali sesudah Engkau pinjamkan
Tangan keterampilan dan mripat keajaiban
Maka seluruh karya ini adalah karyaMu sendiri
Dicerahkan oleh elektromagnetik ilham ke ubun-ubun kami
Engkau payungi dengan kasih sayangMu
Engkau utus ribuan bahkan jutaan pecinta
Berduyun-duyun mengunjungi dan membeli
Dengan dana yang Engkau taburkan
Dari bank-bank langitMu sendiri
Dengan bekal penghormatan dan apresiasi
Yang Engkau hembuskan dari bilik rahasiaMu yang suci
Sebab Engkaulah maha perajut cinta
Maha penyambung garis-garis estetika
Yang menggambar gelombang dan melukis frekwensi
Yang meskipun Engkau sembunyikan di dalam atau di luar bingkai
Namun aransemen cintaMu berdendang di kandungan setiap hati
Wahai Tuhan yang maha perupa
Engkaulah tamu utama pengunjung karya-karya kami
Para malaikat dan auliya bertebaran mengawalMu
Terimalah ucapan selamat datang kami semua
Ahlan wasahlan bihudlurikum jami’a
Mohon pantulkanlah cahaya keindahanMu
Menabur dan memenuhi ruangan dan setiap karya kami
Tutupilah aib dan kekurangan kami dengan kearifanMu
Tabirilah kekurangan dan kelemahan kami dengan siasatMu
Wahai Tuhan yang maha mendirikan dan menyangga
Tegaknya tiang kasih sayang dan bendera cinta
Kami semua tidak pernah sungguh-sungguh paham dunia
Dan dari hari ke hari semakin tidak mengerti apa-apa
Namun ada yang kami pastikan dan tekadi
Ialah takkan pergi dari wilayah indahnya cintaMu
Dunia kami persempit hanya dalam titik, garis dan warna
Karena kami tahu Engkau yang maha besar
Sesungguhnya lebih lembut dari yang paling lembut
[Emha Ainun Nadjib]
Untuk acara pembukaan pameran besar Seni Visual Indonesia EXPOSIGNS 25 tahun ISI Yogyakarta di JEC tanggal 25 November 2009
Read More
Wahai Tuhan maha pemilik segala kepastian
Wahai Tuhan maha penampung segala kemungkinan
Engkau himpun kami semua di ruangan ini
Untuk mengupacarai keindahanMu
Kami menempuh jalan yang berbeda-beda
Namun ujung perjalanan kami semua adalah rumahMu
Hidup kami belum baik, dan jauh benar
Tak ada di antara kami yang alim atau saleh
Tapi kami semua adalah pecinta keindahanMu
Wahai Tuhan Maha Perupa
Yang menggambar jagat raya
Mozaik estetika yang tak terkejar
Oleh imajinasi hambaMu yang hina
Yang menghamparkan alam semesta
Dengan detail keindahan
Yang hampir seluruhnya tak kasat mata manusia
Yang menorehkan padanya milyaran hologram
Yang bernama ummat manusia
Wahai Tuhan alMushawwir
Maha Perupa Agung
Yang wajahMu tak terlukiskan
Oleh jari-jari kerdil kebudayaan
Yang keindahanMu tak tersentuh oleh mimpi
Yang cahayaMu menjilat gairah kami
Sampai jiwa tenggelam dan kami sirna diri
Menjelma jadi patung-patung berjalan
Mencari roh yang dulu Kau tiupkan
Wahai Tuhan maha wajah yang tak terlukiskan
Wahai Tuhan sosok agung yang tak tergambarkan
Inilah karya-karya kami
Replikasi amat sederhana
Dari wujudMu sendiri
Inilah titik, garis, warna dan nuansa
Yang meniru kelebatan keindahanMu sendiri
Mohon terimalah di pangkuanMu
Sentuhlah dengan magi ujung jariMu
Wahai Tuhan yang maha berdiri sendiri
Wahai Tuhan yang mandiri sejati
Titik-titik ini berasal dariMu sendiri
Garis-garis ini pasti torehanMu sendiri
Warna-warna ini niscaya milikMu sendiri
Dan nuansa ini tak lain adalah ekpressi cintaMu sendiri
Adanya semua kami, hanya karena Engkau cintai
Maka terimalah karya-karya ini
Sebagai ungkapan sujud sembahyang kami
Wahai Tuhan maha pecinta
Yang mempersilangkan ada dengan tiada
Yang memperjodohkan waktu dengan ruangnya
Yang menghimpun kembali seluruh cinta
Nun di luar sana megah berdiri
Gedung-gedung politik dan teknologi
Yang dari jasad dan kuasaMu mereka juga mereplikasi
Menjadi cangkul, roda, logika Boolean dan Fuzzy
Belajar meniruMu sebagaimana kami
Politik mereplikasi kekuatan dan kekuasaanMu
Teknologi mengimitasi kebesaran dan kegagahanMu
Industri menerapkan keluasan dan ekspansiMu
Nuansa dan kelembutan tak tersentuh oleh tangan mereka
Cinta dan kerinduan tak tersentuh oleh fikiran mereka
Sedih dan bahagia tidak kompatibel dengan sistem mereka
Sehingga karya-karya kami sesungguhnya dianggap tak ada
Kecuali diletakkan di pinggiran pasar konglomerasi mereka
Sebagai aksesori marjinal dan sekedar pelengkap penderita
Wahai Tuhan yang menciptakan manusia
Sebagai masterpiece di antara makhluk-makhluk lainnya
Tidak ada karya kecuali sesudah Engkau pinjamkan
Tangan keterampilan dan mripat keajaiban
Maka seluruh karya ini adalah karyaMu sendiri
Dicerahkan oleh elektromagnetik ilham ke ubun-ubun kami
Engkau payungi dengan kasih sayangMu
Engkau utus ribuan bahkan jutaan pecinta
Berduyun-duyun mengunjungi dan membeli
Dengan dana yang Engkau taburkan
Dari bank-bank langitMu sendiri
Dengan bekal penghormatan dan apresiasi
Yang Engkau hembuskan dari bilik rahasiaMu yang suci
Sebab Engkaulah maha perajut cinta
Maha penyambung garis-garis estetika
Yang menggambar gelombang dan melukis frekwensi
Yang meskipun Engkau sembunyikan di dalam atau di luar bingkai
Namun aransemen cintaMu berdendang di kandungan setiap hati
Wahai Tuhan yang maha perupa
Engkaulah tamu utama pengunjung karya-karya kami
Para malaikat dan auliya bertebaran mengawalMu
Terimalah ucapan selamat datang kami semua
Ahlan wasahlan bihudlurikum jami’a
Mohon pantulkanlah cahaya keindahanMu
Menabur dan memenuhi ruangan dan setiap karya kami
Tutupilah aib dan kekurangan kami dengan kearifanMu
Tabirilah kekurangan dan kelemahan kami dengan siasatMu
Wahai Tuhan yang maha mendirikan dan menyangga
Tegaknya tiang kasih sayang dan bendera cinta
Kami semua tidak pernah sungguh-sungguh paham dunia
Dan dari hari ke hari semakin tidak mengerti apa-apa
Namun ada yang kami pastikan dan tekadi
Ialah takkan pergi dari wilayah indahnya cintaMu
Dunia kami persempit hanya dalam titik, garis dan warna
Karena kami tahu Engkau yang maha besar
Sesungguhnya lebih lembut dari yang paling lembut
[Emha Ainun Nadjib]
Untuk acara pembukaan pameran besar Seni Visual Indonesia EXPOSIGNS 25 tahun ISI Yogyakarta di JEC tanggal 25 November 2009
Islam adalah ...
Islam itu adalah....
Bila sebuah batu tergeletak dijalan
Dan ia membahayakan pemakai jalan
Anda memungutnya, dan mencari seseorang untuk membahas
Apa yang dapat kita perbuat agar batu tersebut bermanfaat.
Itulah Islam
Islam adalah
untuk menjaga kesuburan tiap sudut tanah
Untuk mengagumi gunung dan laut yang luas,
Atau sekedar untuk menyiram tanaman,
Untuk berenang dalam air sambil bersyukur kepada Allah
Atau untuk menghirup udara dengan kerinduan untuk bertemu dengan Allah
Islam adalah,
Bila ada satu mahkluk sedang kelaparan
Walau ia hanya seekor anjing
Anda merasa tidak enak karena kenyang seorang diri
Maka Anda lalu belajar untuk merasakan lapar,
Sebelum anda merasa layak disebut sebagai saudara oleh orang-orang lapar
Islam adalah,
Ketika seseorang merasa haus
Bahkan bila ia adalah orang yang akan membunuh anda
Anda merasakan kehausannya
Dan berbagi air anda dengannya
Islam adalah,
Ketika anda melihat seseorang dipinggirkan dan merasa sendirian
Anda menghampirinya dan mengucapkan salam kepadanya
Islam adalah,
Mencintai bahkan orang-orang yang membenci anda
Dan memuji dengan bijak
Seseorang yang menganggap anda sebagai musuhnya
Islam adalah,
Komunitas yang berdamai dengan alam,
Sungai dan hutan, air dan daratan, gunung dan lautan
Yang mereka cintai seolah-olah istri-istri mereka sendiri
Menjaga kesuburannya semata-mata dengan cinta
Islam adalah,
Sebuah pemerintah yang menganggap rakyatnya sebagai seorang isteri,
Saling menyayangi, bekerjasama
dengan keseimbangan kekuasaan antara yang satu dengan yang lain,
Islam adalah,
Keadaan dimana si kuat memahami pentingnya si lemah
Dan si lemah tidak menikmati kelemahan dan ketergantungannya.
Salam berarti perdamaian
Islam berarti upaya mencari, membangun dan menciptakan perdamaian
Humanitas Islam berarti pengertian untuk saling memanusiakan satu sama lain
Budaya Islam adalah kedamaian fikiran dan hati
Perekonomian Islam berarti tak seorangpun kekurangan gizi dan tak seorangpun kelebihan gizi.
Politik Islam berarti demokrasi sejati dan jujur
Filosofi Islam adalah kesimbangan antara hak-hak azasi dan kewajiban-kewajiban azasi manusia
Salam berarti perdamaian
Islam berarti pembebasan menuju perdamaian
Islam berarti kerja emansipasi menuju kehidupan yang penuh kedamaian bagi semua manusia.
[Emha Ainun Nadjib]
Read More
Bila sebuah batu tergeletak dijalan
Dan ia membahayakan pemakai jalan
Anda memungutnya, dan mencari seseorang untuk membahas
Apa yang dapat kita perbuat agar batu tersebut bermanfaat.
Itulah Islam
Islam adalah
untuk menjaga kesuburan tiap sudut tanah
Untuk mengagumi gunung dan laut yang luas,
Atau sekedar untuk menyiram tanaman,
Untuk berenang dalam air sambil bersyukur kepada Allah
Atau untuk menghirup udara dengan kerinduan untuk bertemu dengan Allah
Islam adalah,
Bila ada satu mahkluk sedang kelaparan
Walau ia hanya seekor anjing
Anda merasa tidak enak karena kenyang seorang diri
Maka Anda lalu belajar untuk merasakan lapar,
Sebelum anda merasa layak disebut sebagai saudara oleh orang-orang lapar
Islam adalah,
Ketika seseorang merasa haus
Bahkan bila ia adalah orang yang akan membunuh anda
Anda merasakan kehausannya
Dan berbagi air anda dengannya
Islam adalah,
Ketika anda melihat seseorang dipinggirkan dan merasa sendirian
Anda menghampirinya dan mengucapkan salam kepadanya
Islam adalah,
Mencintai bahkan orang-orang yang membenci anda
Dan memuji dengan bijak
Seseorang yang menganggap anda sebagai musuhnya
Islam adalah,
Komunitas yang berdamai dengan alam,
Sungai dan hutan, air dan daratan, gunung dan lautan
Yang mereka cintai seolah-olah istri-istri mereka sendiri
Menjaga kesuburannya semata-mata dengan cinta
Islam adalah,
Sebuah pemerintah yang menganggap rakyatnya sebagai seorang isteri,
Saling menyayangi, bekerjasama
dengan keseimbangan kekuasaan antara yang satu dengan yang lain,
Islam adalah,
Keadaan dimana si kuat memahami pentingnya si lemah
Dan si lemah tidak menikmati kelemahan dan ketergantungannya.
Salam berarti perdamaian
Islam berarti upaya mencari, membangun dan menciptakan perdamaian
Humanitas Islam berarti pengertian untuk saling memanusiakan satu sama lain
Budaya Islam adalah kedamaian fikiran dan hati
Perekonomian Islam berarti tak seorangpun kekurangan gizi dan tak seorangpun kelebihan gizi.
Politik Islam berarti demokrasi sejati dan jujur
Filosofi Islam adalah kesimbangan antara hak-hak azasi dan kewajiban-kewajiban azasi manusia
Salam berarti perdamaian
Islam berarti pembebasan menuju perdamaian
Islam berarti kerja emansipasi menuju kehidupan yang penuh kedamaian bagi semua manusia.
[Emha Ainun Nadjib]
Do'a 'pesakitan'
Maaf ya Rabb, ku salah men'berhala'kan diriMU.
Tuhan yang kusembah bila 'diperlukan'.
Ampunilah hambamu yang masih menuhankan 'materi', 'wujud' ini.
Banyak ku datangi majelis zikir dan ta'lim yang membahasMU, tapi tak pernah menyentuh ruhMU.
Ampun ya Rabb, yang kujadikan ibadah sebagai proyek 'eksistensi' diri.
Karena masih saja kurasa hanya 'jasad'ku yang bersujud di 'rumah'MU.
Lancang terbersit dalam hatiku kesombongan, sombong dengan manusia yang 'ahsani taqwim'.
Lupa akan pencipta-ku, pemegang saham utama dunia dan semesta.
Dan aku 'buta' karena menatap hal-hal fana.
Tapi ternyata aku tak berada di mana-mana, melainkan di hadapanMU jua.
Mohon petunjukMU ya Rabb,
betapa banyak kulalui jalan yang berkelok, bukan 'Ihdinassirotalmustaqim' lurusnya jalanMU.
Ya Rabb ajari aku agar sanggup mengajari 'hati' ini menyebut namaMU.
Meski hanya sehuruf dari namaMU, takkan tertandingi.
Ya Rabb, jiwa ku termangu menunggu ishlahMU agar jadi bening dan malu jiwa-ku ini.
Betapa nafsu semakin rakus, tapi rahmatMu tak pernah putus.
Ya Rabb lihatlah ku bersujud bagai para malaikatMu, namun otak ku secerdik setan.
Arah mataku yang bingung, sanggupkah ku'lunasi' hutang-hutang ku pada kasih cinta penciptaanMU.
Maka hukumlah diri ini dan ampuni aku.
Jangan biarkan terlalu lama menanti, sebelum Engkau terlampau 'mahal' karena kemanusiaan-ku semakin dangkal.
Read More
Tuhan yang kusembah bila 'diperlukan'.
Ampunilah hambamu yang masih menuhankan 'materi', 'wujud' ini.
Banyak ku datangi majelis zikir dan ta'lim yang membahasMU, tapi tak pernah menyentuh ruhMU.
Ampun ya Rabb, yang kujadikan ibadah sebagai proyek 'eksistensi' diri.
Karena masih saja kurasa hanya 'jasad'ku yang bersujud di 'rumah'MU.
Lancang terbersit dalam hatiku kesombongan, sombong dengan manusia yang 'ahsani taqwim'.
Lupa akan pencipta-ku, pemegang saham utama dunia dan semesta.
Dan aku 'buta' karena menatap hal-hal fana.
Tapi ternyata aku tak berada di mana-mana, melainkan di hadapanMU jua.
Mohon petunjukMU ya Rabb,
betapa banyak kulalui jalan yang berkelok, bukan 'Ihdinassirotalmustaqim' lurusnya jalanMU.
Ya Rabb ajari aku agar sanggup mengajari 'hati' ini menyebut namaMU.
Meski hanya sehuruf dari namaMU, takkan tertandingi.
Ya Rabb, jiwa ku termangu menunggu ishlahMU agar jadi bening dan malu jiwa-ku ini.
Betapa nafsu semakin rakus, tapi rahmatMu tak pernah putus.
Ya Rabb lihatlah ku bersujud bagai para malaikatMu, namun otak ku secerdik setan.
Arah mataku yang bingung, sanggupkah ku'lunasi' hutang-hutang ku pada kasih cinta penciptaanMU.
Maka hukumlah diri ini dan ampuni aku.
Jangan biarkan terlalu lama menanti, sebelum Engkau terlampau 'mahal' karena kemanusiaan-ku semakin dangkal.
29/01/2010
ISLAM
Hilangkan dari diri kita 'label, 'sekat' yang memisahkan kita dari satu kesamaan. Kita adalah saudara, kita berasal dari 1 keluarga (Adam & Hawa). Kita berada dalam satu kesamaan, kita bukanlah syiah, sunni, hammas, hizbullah, fatah, NU, Muhammadiyah, Persis maupun lain sebagainya. Mereka memiliki kesamaan, mereka percaya pada satu Tuhan (Allah), mereka mendirikan shalat 5 kali sehari, mereka memberi sebagian harta (per tahun) mereka dengan zakat, mereka berpuasa (wajib) di bulan Ramadhan dan mereka melaksanakan haji. Mereka semua percaya pada 1 Tuhan (ALLAH) dan yakin pada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Bukankah itu 5 pilar Islam ? Tidak perlu kita saling mempersoalkan mana yang benar dan salah diantara mereka. Kita hanya perlu saling menghormati 'perbedaan' itu, karena kita berada dalam satu pilar ISLAM.
Sangat mudah bagi kita untuk bersatu 'melawan' satu hal yang sama, tapi apakah kita bisa bersatu dalam keberadaan kita masing-masing ? Islam bukanlah kata benda, Islam merupakan 'way of life' atau 'a state of heart'. Itu adalah apa yang ada dalam hati kita, bukan 'label' yang menempel diluar kita. Telah lama kita terpecah menjadi beberapa 'label' itu. Jadikan diri kita sebagaiamana Al-Qur'an telah menunjukkannya. Kita adalah satu umat : Sesama muslim kita adalah saudara dalam ISLAM, sesama non-muslim kita adalah saudara dalam kemanusiaan. Dapatkah ANDA menghargai sesama dan mengatasi perbedaan untuk menjadi satu umat? Itu adalah TEST bagi kita..
Allah menciptakan kelompok manusia (laki-laki dan perempuan) bersuku-suku, berbangsa-bangsa dengan tujuan agar kita saling mengenal dan mengetahui.
Hilangkanlah 'sekat dan 'label itu, kembali pada satu kesatuan ISLAM...!
Read More
Sangat mudah bagi kita untuk bersatu 'melawan' satu hal yang sama, tapi apakah kita bisa bersatu dalam keberadaan kita masing-masing ? Islam bukanlah kata benda, Islam merupakan 'way of life' atau 'a state of heart'. Itu adalah apa yang ada dalam hati kita, bukan 'label' yang menempel diluar kita. Telah lama kita terpecah menjadi beberapa 'label' itu. Jadikan diri kita sebagaiamana Al-Qur'an telah menunjukkannya. Kita adalah satu umat : Sesama muslim kita adalah saudara dalam ISLAM, sesama non-muslim kita adalah saudara dalam kemanusiaan. Dapatkah ANDA menghargai sesama dan mengatasi perbedaan untuk menjadi satu umat? Itu adalah TEST bagi kita..
Allah menciptakan kelompok manusia (laki-laki dan perempuan) bersuku-suku, berbangsa-bangsa dengan tujuan agar kita saling mengenal dan mengetahui.
Hilangkanlah 'sekat dan 'label itu, kembali pada satu kesatuan ISLAM...!
10/10/2009
Laa Tahzan
Ya Allah, tiada Tuhan selain-Mu
Hanya bagi-Mu segala puji
Hanya untuk-Mu semua keagungan dan kemudahan
Hanya milik-Mu segala kekayaan dan kekuatan
Ya Allah, Robbul alamin
Hanya Engkau yang dapat menyelesaikan persoalan
Hanya Engkau yang dapat membukakan jalan yang menyempit
Hanya Engkau harapan yang tak pernah putus
Ya Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Hanya dari-Mu semua kasih sayang, cinta, perhatian dan kebaikan serta pertolongan
Gantikan kepedihan dengan kesenangan
Jadikan kesedihan dengan kebahagiaan
Sirnakan rasa takut dengan tentramnya hati
Dinginkan panasnya kalbu dengan kesejukan keyakinan
Padamkan bara jiwa dengan air keimanan
Ya Allah, yang tak pernah tidur
Tenangkanlah jiwa yang bergolak dengan kedamaian-Mu
Terangilah pandangan yang kebingungan dengan cahaya-Mu
Bimbinglah sesatnya perjalanan ke arah ridho-Mu
Tutunlah diri ini merapat kepada hidayah-Mu
Sirnakanlah keraguan dengan kebenaran-Mu
Hempaskanlah tipu-daya syaitan dengan bantuan bala tentaramu
Cukuplah Engkau sebagai pelindung hambamu yang lemah ini
Ya Allah, Yang Maha Pengampun
Ampuni segala dosa hambamu yang dholim ini
Jadikan hambamu ini termasuk orang-orang yang beruntung
---Laa Tahzan---
Read More
Hanya bagi-Mu segala puji
Hanya untuk-Mu semua keagungan dan kemudahan
Hanya milik-Mu segala kekayaan dan kekuatan
Ya Allah, Robbul alamin
Hanya Engkau yang dapat menyelesaikan persoalan
Hanya Engkau yang dapat membukakan jalan yang menyempit
Hanya Engkau harapan yang tak pernah putus
Ya Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Hanya dari-Mu semua kasih sayang, cinta, perhatian dan kebaikan serta pertolongan
Gantikan kepedihan dengan kesenangan
Jadikan kesedihan dengan kebahagiaan
Sirnakan rasa takut dengan tentramnya hati
Dinginkan panasnya kalbu dengan kesejukan keyakinan
Padamkan bara jiwa dengan air keimanan
Ya Allah, yang tak pernah tidur
Tenangkanlah jiwa yang bergolak dengan kedamaian-Mu
Terangilah pandangan yang kebingungan dengan cahaya-Mu
Bimbinglah sesatnya perjalanan ke arah ridho-Mu
Tutunlah diri ini merapat kepada hidayah-Mu
Sirnakanlah keraguan dengan kebenaran-Mu
Hempaskanlah tipu-daya syaitan dengan bantuan bala tentaramu
Cukuplah Engkau sebagai pelindung hambamu yang lemah ini
Ya Allah, Yang Maha Pengampun
Ampuni segala dosa hambamu yang dholim ini
Jadikan hambamu ini termasuk orang-orang yang beruntung
---Laa Tahzan---
Kiat Dalam Menghadapi Persoalan Hidup
KIAT DALAM MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP
1. Jangan Bersedih
Kesedihan amat akrab dengan kecemasan, keduanya menyebabkan lemahnya semangat dan kehendak hati untuk berbuat suatu kebaikan. Namun pada tahap tertentu kesedihan tak dapat terhindarkan.
"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati" (Ali Imran : 139)
"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (At-Taubah : 40)
"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami" (Fathir : 34)
2. Ingat Allah
Bersama kesulitan ada kemudahan. Ketika tertimpa suatu musibah/kesulitan kita harus melihat sisi terang darinya, karena Allah akan menggantinya dengan kekuatan lain dan pahala. Menyerahkan semua perkara pada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya sepenuhnya tehadap janji-janji-Nya dan berbaik sangka Kepada-Nya menunggu dengan sabar datangnya pertolongan dari-Nya.
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, datangnya dari Allah" (An-Nahl : 53)
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Akku mengingat kamu" (Al-Baqarah : 152)
Jalanilah hidup ini apa adanya dan ambillah madunya.
3. Berpikir dan Bersyukur
Apapun bentuk kehidupan yang kita terima merupakan nikmat dari Allah yang harus selalu disyukuri.
"Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan" (Ar-Rahman : 13)
4. Yang Lalu Biarlah Berlalu
Janganlah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, selamatkan diri dari cengkeraman kesedihan masa lalu dan berfikirlah jernih menatap masa depan.
5. Hari Ini Milik Kita
Anggaplah hari ini adalah hari terakhir kita menikmati kehidupan, maka berbuatlah kebaikan sebanyak-banyaknya. Hiduplah hari ini dengan tanpa kesedihan, keresahan, kemarahan, kebencian dan kedengkian.
"Dan berpegang teguhlah dengan apa yang telah Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur" (Al-A'raf : 144)
HS'03 cc: Ahmad Anshori
Read More
1. Jangan Bersedih
Kesedihan amat akrab dengan kecemasan, keduanya menyebabkan lemahnya semangat dan kehendak hati untuk berbuat suatu kebaikan. Namun pada tahap tertentu kesedihan tak dapat terhindarkan.
"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati" (Ali Imran : 139)
"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (At-Taubah : 40)
"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami" (Fathir : 34)
2. Ingat Allah
Bersama kesulitan ada kemudahan. Ketika tertimpa suatu musibah/kesulitan kita harus melihat sisi terang darinya, karena Allah akan menggantinya dengan kekuatan lain dan pahala. Menyerahkan semua perkara pada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya sepenuhnya tehadap janji-janji-Nya dan berbaik sangka Kepada-Nya menunggu dengan sabar datangnya pertolongan dari-Nya.
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, datangnya dari Allah" (An-Nahl : 53)
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Akku mengingat kamu" (Al-Baqarah : 152)
Jalanilah hidup ini apa adanya dan ambillah madunya.
3. Berpikir dan Bersyukur
Apapun bentuk kehidupan yang kita terima merupakan nikmat dari Allah yang harus selalu disyukuri.
"Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan" (Ar-Rahman : 13)
4. Yang Lalu Biarlah Berlalu
Janganlah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, selamatkan diri dari cengkeraman kesedihan masa lalu dan berfikirlah jernih menatap masa depan.
5. Hari Ini Milik Kita
Anggaplah hari ini adalah hari terakhir kita menikmati kehidupan, maka berbuatlah kebaikan sebanyak-banyaknya. Hiduplah hari ini dengan tanpa kesedihan, keresahan, kemarahan, kebencian dan kedengkian.
"Dan berpegang teguhlah dengan apa yang telah Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur" (Al-A'raf : 144)
HS'03 cc: Ahmad Anshori
Jika Islam Sebuah Pohon
Jika Islam Sebuah Pohon
Pohon memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia.Tidak ada bagian dari pohon yang tidak memberi manfaat kepada manusia. Mulai dari akar, batang dan daunnya. Tapi pohon itu baru bisa memberikan banyak manfaat jika diperlakukan dengan benar. Dia harus ditanam dengan benar, dipupuk, disirami dan dirawat dengan baik setiap saat. Kalau pohon itu kehilangan bagian pentingnya maka dia tidak akan pernah bisa memberi manfaat besar bagi manusia. Misalnya ketika Anda memotong akarnya, maka dia tidak akan bisa hidup untuk memberi manfaat bagi manusia. Hal yang sama terjadi ketika Anda memotong batang dan semua daunnya.
Demikian juga dengan Islam. Islam baru akan bisa memberi manfaat ketika kita menanamnya dengan benar di jiwa kita. Kita tidak memotong atau memenggal bagian-bagian pentingnya:
1. Akar Islam adalah akidah. Bagian inilah yang memberi kehidupan dan kekuatan ke seluruh bagian lain yang ada. Orang-orang yang mencoba mengamalkan Islam tanpa akidah sama saja dengan memotong akar dari pohonnya. Maka pohon itu hanya akan bisa hidup sebentar, kemudian akan mengering dan akhirnya mati. Saat ini banyak sekali orang yang mengaku Islam, yang menyatakan agamanya Islam, yang KTP-nya Islam, tapi sesungguhnya ruh atau akar Islam tidak tertatam dengan baik di jiwanya, sehingga Islam tidak berfaedah sedikitpun baginya. Kering, gersang dan nyaris seperti orang yang mati. Karena ia hanya hidup secara biologis saja, tapi jiwanya telah lama mati. Inilah salah satu sebab mengapa umat Islam saat ini terpuruk.
2. Batang Islam adalah syariah. Bagian inilah yang menegakkan kemanfaatan sehingga bisa dirasakan oleh diri sendiri dan orang di sekitarnya. Islam tanpa syariah ibaratnya seperti pohon tanpa batang. Manfaat apa yang bisa diberikannya? Saat ini banyak umat Islam yang dengan sengaja memenggal sebagian besar batang atau syariah Islam, dan hanya menyisakan dahan dan ranting kecil yang tidak berarti. Wajar saja kalau manfaat dan rahmat Islam tidak bisa dirasakan oleh umat manusia.
3. Daun Islam adalah dakwah. Apa manfaat terbesar daun bagi manusia? Melalui fotosintesis daun memberikan kehidupan dengan mensuplai oksigen dan glukosa yang menjadi bentuk dasar energi bagi semua makhluk hidup. Dan juga merubah racun karbon dioksida yang berbahaya menjadi oksigen yang memberi kehidupan. Tanpa ada daun, seluruh umat manusia akan binasa. Demikian analoginya ketika umat Islam meninggalkan dakwah, hal ini sama saja dengan memangkas semua daun yang ada pada setiap pohon. Akibatnya umat akan kehilangan pasokan energi dan menjadi lemah. Lalu racun-racun dunia bak karbon dioksida berupa kemaksiyatan mengakibatkan kesengsaraan merajalela dimana-mana. Persis seperti yang kita alami saat ini ketika umat mengabaikan dakwah dan amar makruf nahi munkar.
Inilah sebabnya mengapa Islam selama ini tidak mampu menebarkan rahmat dan manfaatnya bagi kita dan umat manusia seluruhnya. Karena ibarat sebuah pohon, kita tidak memperlakukannya dengan benar.
(dikutip dari Halqah Online)
Read More
Pohon memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia.Tidak ada bagian dari pohon yang tidak memberi manfaat kepada manusia. Mulai dari akar, batang dan daunnya. Tapi pohon itu baru bisa memberikan banyak manfaat jika diperlakukan dengan benar. Dia harus ditanam dengan benar, dipupuk, disirami dan dirawat dengan baik setiap saat. Kalau pohon itu kehilangan bagian pentingnya maka dia tidak akan pernah bisa memberi manfaat besar bagi manusia. Misalnya ketika Anda memotong akarnya, maka dia tidak akan bisa hidup untuk memberi manfaat bagi manusia. Hal yang sama terjadi ketika Anda memotong batang dan semua daunnya.
Demikian juga dengan Islam. Islam baru akan bisa memberi manfaat ketika kita menanamnya dengan benar di jiwa kita. Kita tidak memotong atau memenggal bagian-bagian pentingnya:
1. Akar Islam adalah akidah. Bagian inilah yang memberi kehidupan dan kekuatan ke seluruh bagian lain yang ada. Orang-orang yang mencoba mengamalkan Islam tanpa akidah sama saja dengan memotong akar dari pohonnya. Maka pohon itu hanya akan bisa hidup sebentar, kemudian akan mengering dan akhirnya mati. Saat ini banyak sekali orang yang mengaku Islam, yang menyatakan agamanya Islam, yang KTP-nya Islam, tapi sesungguhnya ruh atau akar Islam tidak tertatam dengan baik di jiwanya, sehingga Islam tidak berfaedah sedikitpun baginya. Kering, gersang dan nyaris seperti orang yang mati. Karena ia hanya hidup secara biologis saja, tapi jiwanya telah lama mati. Inilah salah satu sebab mengapa umat Islam saat ini terpuruk.
2. Batang Islam adalah syariah. Bagian inilah yang menegakkan kemanfaatan sehingga bisa dirasakan oleh diri sendiri dan orang di sekitarnya. Islam tanpa syariah ibaratnya seperti pohon tanpa batang. Manfaat apa yang bisa diberikannya? Saat ini banyak umat Islam yang dengan sengaja memenggal sebagian besar batang atau syariah Islam, dan hanya menyisakan dahan dan ranting kecil yang tidak berarti. Wajar saja kalau manfaat dan rahmat Islam tidak bisa dirasakan oleh umat manusia.
3. Daun Islam adalah dakwah. Apa manfaat terbesar daun bagi manusia? Melalui fotosintesis daun memberikan kehidupan dengan mensuplai oksigen dan glukosa yang menjadi bentuk dasar energi bagi semua makhluk hidup. Dan juga merubah racun karbon dioksida yang berbahaya menjadi oksigen yang memberi kehidupan. Tanpa ada daun, seluruh umat manusia akan binasa. Demikian analoginya ketika umat Islam meninggalkan dakwah, hal ini sama saja dengan memangkas semua daun yang ada pada setiap pohon. Akibatnya umat akan kehilangan pasokan energi dan menjadi lemah. Lalu racun-racun dunia bak karbon dioksida berupa kemaksiyatan mengakibatkan kesengsaraan merajalela dimana-mana. Persis seperti yang kita alami saat ini ketika umat mengabaikan dakwah dan amar makruf nahi munkar.
Inilah sebabnya mengapa Islam selama ini tidak mampu menebarkan rahmat dan manfaatnya bagi kita dan umat manusia seluruhnya. Karena ibarat sebuah pohon, kita tidak memperlakukannya dengan benar.
(dikutip dari Halqah Online)
Candu Agama
Apakah agama hanya sebagai 'candu' bagi kita?
Umat beragama adalah 'pecandu'?
Kita umat yang beragama melakukan ibadah sebagai bukti kepatuhan kita terhadap perintah Tuhan. Ibadah adalah media kita berinteraksi dengan Tuhan kita. Seberapa seringkah kita beribadah? Semua umat beragama berusaha melakukannya sebaik mungkin. Tata cara ibadahnya pun berbeda. Umat muslim khususnya memiliki waktu ibadah sedikitnya 5 kali sehari, sholat wajib. Itu hanya salah satu bentuk ibadah dari berbagai kesempatan yang dimiliki. Tapi apakah ibadah kita itu benar? Apa maksud kita beribadah itu.
Tahukah kau tentang perilaku seorang pecandu? Ya, mungkin gampangnya kita lihat pecandu narkoba. Mereka sangat bergantung pada benda itu, seakan tanpa itu mereka tidak dapat hidup. Bila mereka sedang 'sakaw', mereka harus memperoleh benda itu. Benda itu harus ada dalam setiap hidupnya. Kita juga beribadah sebanyak mungkin dan khususnya umat muslim setiap hari. Kita sholat, berdo'a dan bersedekah setiap hari. Motif apa yang ada dibalik itu? Apakah kita hanya kecanduan ritual itu atau mengerti arti dan maksud ibadah kita. Kita melaksanakan sholat ketika kita dalam keadaan 'sempit', saat butuh sebuah 'obat'. Tetapi setelah itu kita tidak memakai 'obat' itu lagi, kita tinggalkan. Tak berbekas dalam kehidupan, hanya pengalaman 'sakit'nya saja.
Kita beribadah bagaikan 'candu', kita hanya 'kecanduan'. Tak ada yang meresap ke dalam diri. Kehidupan kita tidak tersentuh oleh nilai ibadah kita. Ibadah kita sebatas ritual, candu dalam kehidupan kita. Kita sendiri yang harus menjawabnya. Apakah agama hanya tetap menjadi ritual yang kita 'kecanduan' ? Atau ada esensi lebih. Allah telah menyempurnakan agama Islam. Islam telah menyediakan sistem yang sempurna. Semua nilai kehidupan telah diatur dalam Islam. Islam bukan hanya sebagai agama / keyakinan. Islam adalah 'ISLAM itu sendiri' kesuluruhan hidup. Marilah kita ubah ibadah kita dalam hidup agar tidak hanya sebagai candu ritual.
Read More
Umat beragama adalah 'pecandu'?
Kita umat yang beragama melakukan ibadah sebagai bukti kepatuhan kita terhadap perintah Tuhan. Ibadah adalah media kita berinteraksi dengan Tuhan kita. Seberapa seringkah kita beribadah? Semua umat beragama berusaha melakukannya sebaik mungkin. Tata cara ibadahnya pun berbeda. Umat muslim khususnya memiliki waktu ibadah sedikitnya 5 kali sehari, sholat wajib. Itu hanya salah satu bentuk ibadah dari berbagai kesempatan yang dimiliki. Tapi apakah ibadah kita itu benar? Apa maksud kita beribadah itu.
Tahukah kau tentang perilaku seorang pecandu? Ya, mungkin gampangnya kita lihat pecandu narkoba. Mereka sangat bergantung pada benda itu, seakan tanpa itu mereka tidak dapat hidup. Bila mereka sedang 'sakaw', mereka harus memperoleh benda itu. Benda itu harus ada dalam setiap hidupnya. Kita juga beribadah sebanyak mungkin dan khususnya umat muslim setiap hari. Kita sholat, berdo'a dan bersedekah setiap hari. Motif apa yang ada dibalik itu? Apakah kita hanya kecanduan ritual itu atau mengerti arti dan maksud ibadah kita. Kita melaksanakan sholat ketika kita dalam keadaan 'sempit', saat butuh sebuah 'obat'. Tetapi setelah itu kita tidak memakai 'obat' itu lagi, kita tinggalkan. Tak berbekas dalam kehidupan, hanya pengalaman 'sakit'nya saja.
Kita beribadah bagaikan 'candu', kita hanya 'kecanduan'. Tak ada yang meresap ke dalam diri. Kehidupan kita tidak tersentuh oleh nilai ibadah kita. Ibadah kita sebatas ritual, candu dalam kehidupan kita. Kita sendiri yang harus menjawabnya. Apakah agama hanya tetap menjadi ritual yang kita 'kecanduan' ? Atau ada esensi lebih. Allah telah menyempurnakan agama Islam. Islam telah menyediakan sistem yang sempurna. Semua nilai kehidupan telah diatur dalam Islam. Islam bukan hanya sebagai agama / keyakinan. Islam adalah 'ISLAM itu sendiri' kesuluruhan hidup. Marilah kita ubah ibadah kita dalam hidup agar tidak hanya sebagai candu ritual.
04/09/2009
Islam, Liberal dan Sosial
Ini hanya pemikiranku. Saya pun terbuka tentang pemikiran kalian tentang ini. Anda bebas mengomentari tulisan ini. Mudah-mudahan dapat memperkaya pengetahuan kita.
Anda tahu, ada beberapa ideologi di dunia. Ada banyak, namun setidaknya ada 3 ideologi yang berkembang besar di dunia, terutama dipakai negara-negara besar. Sosialisme-Komunisme, Liberal-Kapitalisme dan Islam. Seperti kitas ketahui bersama bahwa sosialisme dan komunisme identik sebagaimana liberal dan kapitalisme. Dari sejarah, kita perhatikan negara-negara besar yang muncul dan 'menguasai' dunia saat itu bersaing dengan ideologi mereka masing-masing. Uni sovyet cs dengan sosialis-komunis serta AS dkk dengan liberal-kapitalis. Ideologi tersebut berkembang di dunia dan berjaya. Tapi kawan tidakkah sadar bahwa Islam juga 'sempat' meraih kejayaan, bahkan kita masih bisa mengetahuinya dari sejarah yang kita baca. Kita yang hidup pada era ini, hanya dapat mengagumi serta meneladani. Kita masih berusaha mengembalikan kejayaan Islam itu, namun hasilnya belum 'tampak'. Kita masih dikurung dengan 'kebodohan' belum mampu memancarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan aplikasi nyata.
Islam itu bukan hanya agama, saya menyebut demikian. Islam bukan hanya agama, melainkan tatanan. Islam itu "dien", coba anda cari arti kata tersebut dalam bahasa arab. Dari yang saya pahami, itu adalah tatanan. Agama merupakan keyakinan, tapi Islam lebih luas dari itu. Apakah hanya sebagai keyakinan, dan diri kita tidak berada dalam koridor tatanan. Kita hidup dalam suatu tatanan, entah apa itu tatanan yang anda tafsirkan dan ikuti. Selayaknya Muslim, kita tentunya mengikuti tatanan Islam. Hal ini yang berusaha saya sampaikan. Islam itu ideologi yang sempurna, diturunkan pada Rasulullah untuk memperbaiki ummat. Diwahyukan langsung dari Allah, bukan karangan atau pemikiran manusia. Kita yang berusaha memahami dan menginterpretasikan maksudnya di dunia real dalam koridor Islam.
Sosialisme-Komunisme serta Liberal-Kapitalis memiliki kekurangan karena keterbatasan pikiran manusia. Dapat kita lihat dari resesi global zaman ini maupun pelajaran dari sejarah. Uni Sovyet dengan ideologinya akhirnya runtuh, rapuh dari dalam. Rapuh karena perangkat-perangkat negaranya rusak dalam korup. Negara-negara liberal pun tak se'kokoh' yang kita lihat, setelah resesi global kita lihat 'retak'nya mereka. Banyak perusahaan-perusahaan yang runtuh, karena sistemnya kalut diterpa badai krisis finansial. Tapi luput dari pandangan kita, finansial syariah tetap bertahan. Anda atau saya, tidak menyadari bahwa resesi global itu tidak menghancurkan ekonomi syariah. Pernahkah kita dengar hal itu terjadi? Itu salah satu bukti 'kesempurnaan' ideologi Islam.
Islam memiliki tatanan sendiri, tapi secara implisit terdapat himpunan ideologi-ideologi yang ada diatas. Pernahkah terpikir bahwa Islam itu sosialis, liberalis dan kapitalis secara kondisional. Sebagai contoh adalah zakat, zakat itu seperti sosialis. Kenapa zakat? Kita ummat diwajibkan 'menyisihkan' sebagian dari harta kita untuk sesama yang kekurangan. Zakat juga dipusatkan dalam suatu lembaga atau amil zakat. Ummat diwajibkan 'menyetor' persentase harta mereka dan dikumpulkan terpusat. Layaknya kaum sosialis dengan slogan mereka sama rasa, sama rata. Islam juga mengajarkan ummatnya saling berbagi. Kita juga sebelum berzakat adalah mampu. Kita harus mampu dalam ekonomi baru diwajibkan zakat. Kita diberikan kebebasan untuk memperkaya diri. Sama seperti Kapitalisme, mereka juga saling memperkaya diri. Tapi Islam tetap mengingatkan kita agar peduli terhadap sesama, dan tidak saling menjatuhkan. Secara liberal, Islam sangat menghargai kebebasan dan hak asasi manusia. Islam tidak memaksakan terhadap orang lain. Islam menghargai perbedaan, hanya ummatnya saja yang berada dalam kewajiban. Dalam suatu negara, pemeluk agama lain dapat hidup secara damai dan berdampingan. Islam memandang indahnya perdamaian dan kebersamaan. Islam menghargai hak-hak individu dan tidak ada intervensi di dalamnya. Layaknya Liberalisme yang menjunjung tinggi kebebasan. Tapi masih dalam koridar/jalan Allah. Dapat kita lihat bahwa Islam juga mengandung ideologi-ideologi tersebut. Islam bersifat global dan menyeluruh.
Ada suatu wacana yang menarik, yang pernah saya temukan. Saat Uni Sovyet runtuh, Sayid Al-Khomaini dari Iran, pemimpin spiritual itu sempat menawarkan pilihan kepada Uni Sovyet. Beliau menawarkan untuk memakai ideologi Islam kepada sovyet, karena sosialisme juga terkandung dalam Islam. Memang bukan secara keyaakinaan tetapi tatanan kenergaraan saja. Dari hal itu, kita bisa menyadari Islam adalah sempurna. Mungkin memang kita 'lihat' seperti ketinggalan zaman. Tapi sebenarnya zaman yang ada di bawah Islam. Dengan ijtihad dan pemikiran-pemikiran kita, kita bisa interpretasikan Islam dalam struktur sosial dan kehidupan nyata. Karena dasar-dasar kehidupan sudah ditunjukkan oleh Islam. Sekarang tinggal bagaimana kita menerapkan itu dalam hidup kita.
Pemikiranku ini hanya sempit, semua kebenaran hanya dariNYA. Puji syukur kita masih bisa menikmati indahnya Islam. Kekurangan itu karena kebodohan kita yang belum mengoptimalkan potensi diri. Wallahu'alam bishawab.
Read More
Anda tahu, ada beberapa ideologi di dunia. Ada banyak, namun setidaknya ada 3 ideologi yang berkembang besar di dunia, terutama dipakai negara-negara besar. Sosialisme-Komunisme, Liberal-Kapitalisme dan Islam. Seperti kitas ketahui bersama bahwa sosialisme dan komunisme identik sebagaimana liberal dan kapitalisme. Dari sejarah, kita perhatikan negara-negara besar yang muncul dan 'menguasai' dunia saat itu bersaing dengan ideologi mereka masing-masing. Uni sovyet cs dengan sosialis-komunis serta AS dkk dengan liberal-kapitalis. Ideologi tersebut berkembang di dunia dan berjaya. Tapi kawan tidakkah sadar bahwa Islam juga 'sempat' meraih kejayaan, bahkan kita masih bisa mengetahuinya dari sejarah yang kita baca. Kita yang hidup pada era ini, hanya dapat mengagumi serta meneladani. Kita masih berusaha mengembalikan kejayaan Islam itu, namun hasilnya belum 'tampak'. Kita masih dikurung dengan 'kebodohan' belum mampu memancarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan aplikasi nyata.
Islam itu bukan hanya agama, saya menyebut demikian. Islam bukan hanya agama, melainkan tatanan. Islam itu "dien", coba anda cari arti kata tersebut dalam bahasa arab. Dari yang saya pahami, itu adalah tatanan. Agama merupakan keyakinan, tapi Islam lebih luas dari itu. Apakah hanya sebagai keyakinan, dan diri kita tidak berada dalam koridor tatanan. Kita hidup dalam suatu tatanan, entah apa itu tatanan yang anda tafsirkan dan ikuti. Selayaknya Muslim, kita tentunya mengikuti tatanan Islam. Hal ini yang berusaha saya sampaikan. Islam itu ideologi yang sempurna, diturunkan pada Rasulullah untuk memperbaiki ummat. Diwahyukan langsung dari Allah, bukan karangan atau pemikiran manusia. Kita yang berusaha memahami dan menginterpretasikan maksudnya di dunia real dalam koridor Islam.
Sosialisme-Komunisme serta Liberal-Kapitalis memiliki kekurangan karena keterbatasan pikiran manusia. Dapat kita lihat dari resesi global zaman ini maupun pelajaran dari sejarah. Uni Sovyet dengan ideologinya akhirnya runtuh, rapuh dari dalam. Rapuh karena perangkat-perangkat negaranya rusak dalam korup. Negara-negara liberal pun tak se'kokoh' yang kita lihat, setelah resesi global kita lihat 'retak'nya mereka. Banyak perusahaan-perusahaan yang runtuh, karena sistemnya kalut diterpa badai krisis finansial. Tapi luput dari pandangan kita, finansial syariah tetap bertahan. Anda atau saya, tidak menyadari bahwa resesi global itu tidak menghancurkan ekonomi syariah. Pernahkah kita dengar hal itu terjadi? Itu salah satu bukti 'kesempurnaan' ideologi Islam.
Islam memiliki tatanan sendiri, tapi secara implisit terdapat himpunan ideologi-ideologi yang ada diatas. Pernahkah terpikir bahwa Islam itu sosialis, liberalis dan kapitalis secara kondisional. Sebagai contoh adalah zakat, zakat itu seperti sosialis. Kenapa zakat? Kita ummat diwajibkan 'menyisihkan' sebagian dari harta kita untuk sesama yang kekurangan. Zakat juga dipusatkan dalam suatu lembaga atau amil zakat. Ummat diwajibkan 'menyetor' persentase harta mereka dan dikumpulkan terpusat. Layaknya kaum sosialis dengan slogan mereka sama rasa, sama rata. Islam juga mengajarkan ummatnya saling berbagi. Kita juga sebelum berzakat adalah mampu. Kita harus mampu dalam ekonomi baru diwajibkan zakat. Kita diberikan kebebasan untuk memperkaya diri. Sama seperti Kapitalisme, mereka juga saling memperkaya diri. Tapi Islam tetap mengingatkan kita agar peduli terhadap sesama, dan tidak saling menjatuhkan. Secara liberal, Islam sangat menghargai kebebasan dan hak asasi manusia. Islam tidak memaksakan terhadap orang lain. Islam menghargai perbedaan, hanya ummatnya saja yang berada dalam kewajiban. Dalam suatu negara, pemeluk agama lain dapat hidup secara damai dan berdampingan. Islam memandang indahnya perdamaian dan kebersamaan. Islam menghargai hak-hak individu dan tidak ada intervensi di dalamnya. Layaknya Liberalisme yang menjunjung tinggi kebebasan. Tapi masih dalam koridar/jalan Allah. Dapat kita lihat bahwa Islam juga mengandung ideologi-ideologi tersebut. Islam bersifat global dan menyeluruh.
Ada suatu wacana yang menarik, yang pernah saya temukan. Saat Uni Sovyet runtuh, Sayid Al-Khomaini dari Iran, pemimpin spiritual itu sempat menawarkan pilihan kepada Uni Sovyet. Beliau menawarkan untuk memakai ideologi Islam kepada sovyet, karena sosialisme juga terkandung dalam Islam. Memang bukan secara keyaakinaan tetapi tatanan kenergaraan saja. Dari hal itu, kita bisa menyadari Islam adalah sempurna. Mungkin memang kita 'lihat' seperti ketinggalan zaman. Tapi sebenarnya zaman yang ada di bawah Islam. Dengan ijtihad dan pemikiran-pemikiran kita, kita bisa interpretasikan Islam dalam struktur sosial dan kehidupan nyata. Karena dasar-dasar kehidupan sudah ditunjukkan oleh Islam. Sekarang tinggal bagaimana kita menerapkan itu dalam hidup kita.
Pemikiranku ini hanya sempit, semua kebenaran hanya dariNYA. Puji syukur kita masih bisa menikmati indahnya Islam. Kekurangan itu karena kebodohan kita yang belum mengoptimalkan potensi diri. Wallahu'alam bishawab.
30/05/2009
Bangun Cinta
Bukan ku jatuh cinta, tapi ku bangun cinta!
Bukan ku jatuh hati,
tapi kutemukan hati!
Cinta kita bangun,
bukan kita tunduk padanya.
Cinta kita bangun,
bukan kita biarkan ia datang dan pergi.
Cinta, apa itu materinya?
Abstrak.
Transenden..
Jagalah cinta, hanya dariNYA cinta.
PadaNYA cinta itu.
Kita hanya mendapat sedikit rahmat itu.
Read More
Bukan ku jatuh hati,
tapi kutemukan hati!
Cinta kita bangun,
bukan kita tunduk padanya.
Cinta kita bangun,
bukan kita biarkan ia datang dan pergi.
Cinta, apa itu materinya?
Abstrak.
Transenden..
Jagalah cinta, hanya dariNYA cinta.
PadaNYA cinta itu.
Kita hanya mendapat sedikit rahmat itu.
11/04/2009
Hadiah Terbaik
Hadiah Terbaik
Kepada kawan - Kesetiaan
Kepada musuh - Kemaafan
Kepada ketua - Khidmat
Kepada yang muda - Contoh terbaik
Kepada yang tua - Hargai budi mereka dan kesetiaan.
Kepada pasangan - Cinta dan ketaatan
Kepada manusia - Kebebasan
Read More
Kepada kawan - Kesetiaan
Kepada musuh - Kemaafan
Kepada ketua - Khidmat
Kepada yang muda - Contoh terbaik
Kepada yang tua - Hargai budi mereka dan kesetiaan.
Kepada pasangan - Cinta dan ketaatan
Kepada manusia - Kebebasan
Subscribe to:
Posts (Atom)